05 August 2021, 03:05 WIB

Konferensi Donor untuk Libanon Lampaui Target Bantuan


Mediaindonesia.com | Internasional

KONFERENSI donor internasional mengumpulkan ratusan juta dolar AS dalam bantuan mendesak untuk Libanon pada Rabu (4/8). Syukurnya, angka yang diraih melebihi target awal.

Presiden Prancis Emmanuel Macron bertujuan mengumpulkan setidaknya US$350 juta dalam bantuan darurat untuk penduduk Libanon dari para peserta konferensi. Para peserta antara lain Presiden AS Joe Biden, Presiden Mesir Abdel Fatah al-Sissi, Presiden Libanon Michel Aoun, dan Dana Moneter Internasional (IMF).

Pada akhirnya, komitmen bantuan baru mencapai sekitar US$370 juta, kata kantor Macron. Selain itu, ada janji bantuan dalam bentuk barang.

Baca juga: Paus Fransiskus Serukan Dunia Bantu Libanon

Namun ketika para pemimpin dunia merogoh kantong untuk membantu, mereka juga mengatakan bahwa para pemimpin Libanon perlu berbuat lebih baik dalam menangani dampak dari ledakan besar tahun lalu yang merenggut ratusan nyawa di Beirut. "Saya pikir para pemimpin Libanon berutang kebenaran dan transparansi kepada rakyat mereka," kata Macron pada konferensi yang bertepatan dengan peringatan bencana tersebut.

Ledakan pada 4 Agustus 2020 di pelabuhan Beirut menewaskan sedikitnya 214 orang. Ini membuat trauma bangsa dan membawa ekonomi yang sudah tersendat lebih dekat ke ambang kehancuran.

Bahan bakar, obat-obatan, dan makanan menjadi langka di Libanon. Ini akibat partai-partai politik bertengkar tentang susunan pemerintahan baru sehingga menghambat dana talangan internasional yang sangat dibutuhkan.

Baca juga: Desak Reformasi, Biden Umumkan Bantuan Baru US$100 Juta untuk Libanon

Macron memulai janji bantuan dari Prancis hampir 100 juta euro (US$118 juta) dan sumbangan 500.000 suntikan vaksin covid-19. Tapi dia memiliki kata-kata keras untuk para pemimpin Libanon yang dinilai dengan sengaja membiarkan hal-hal memburuk dan menempatkan kepentingan individu dan partisan mereka di atas kepentingan rakyat Libanon. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT