01 August 2021, 10:30 WIB

Tiongkok Tuding Varian Delta di Balik Lonjakan Kasus Covid-19


Nur Aivanni | Internasional

TIONGKOK berjuang menahan wabah covid-19 terburuk dalam beberapa bulan. Para pejabat kesehatan menyalahkan varian Delta yang sangat menular terkait lonjakan infeksi yang terjadi di 14 provinsi itu.

Tiongkok melaporkan 328 infeksi bergejala pada Juli. Jumlah tersebut hampir sama dengan jumlah total kasus lokal selama Februari hingga Juni.

"Varian utama yang beredar saat ini adalah varian Delta yang menimbulkan tantangan yang lebih besar untuk upaya pencegahan dan pengendalian virus," kata Juru Bicara Komisi Kesehatan Nasional (NHC) Mi Feng dalam konferensi pers.

Baca juga: Thailand Catat Rekor Harian 18.912 Kasus Covid-19 Baru

Wabah tersebut secara geografis adalah yang terbesar yang melanda Tiongkok dalam beberapa bulan. Namun, rekor tersebut terancam setelah varian Delta yang menyebar cepat muncul di bandara Nanjing di Provinsi Jiangsu, awal bulan ini.

Lebih dari 260 infeksi secara nasional telah dikaitkan dengan klaster di Nanjing, saat sembilan petugas kebersihan kabin di bandara internasional dinyatakan positif pada 20 Juli.

Ratusan ribu orang di Provinsi Jiangsu berada di bawah penguncian, sementara Nanjing telah menguji 9,2 juta penduduknya sebanyak dua kali.

Pada Sabtu (31/7), pihak berwenang Jiangsu menangguhkan semua penerbangan masuk dan keluar dari Yangzhou, sebuah kota berpenduduk 4,5 juta tempat 10 kasus baru dilaporkan pada hari yang sama.

Layanan transportasi umum antarkota juga dihentikan dan pintu keluar jalan raya di sekitarnya ditutup.

Kasus-kasus baru dilaporkan, Sabtu (31/7) di dua wilayah lagi - Provinsi Fujian dan kota besar Chongqing - termasuk satu pasien yang mengunjungi kota wisata Xi'an, Provinsi Shaanxi, dan seorang anggota awak kargo internasional yang baru-baru ini bepergian dari luar negeri.

Pejabat di satu distrik Chongqing memerintahkan pengujian massal darurat pada Jumat (30/7) malam untuk orang-orang yang telah mengunjungi tempat-tempat yang terkait dengan kasus yang dikonfirmasi.

Setelah satu kasus tanpa gejala ditemukan di Zhengzhou, pejabat kota, Sabtu (31/7), memerintahkan pengujian massal terhadap 10 juta penduduk. Kepala komisi kesehatan kota juga dipecat. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT