28 July 2021, 10:36 WIB

Kasus Covid-19 Meningkat, Sydney akan Perpanjang Lockdown


Nur Aivanni | Internasional

JUTAAN warga Sydney akan menghabiskan satu bulan lagi dalam penguncian atau lockdown. Hal itu disampaikan pihak berwenang pada Rabu (28/7) yang menyebut wabah virus korona yang masih berkembang dan tingkat vaksinasi Covid-19 yang rendah.

Kota terbesar di Australia itu akan keluar dari penguncian pada 30 Juli 2021 setelah lima minggu, tetapi pembatasan tersebut akan tetap berlaku hingga 28 Agustus 2021 karena jumlah kasus terus meningkat.

"Saya menghargai secara pribadi apa yang kami minta orang lakukan selama empat minggu ke depan, tetapi itu karena kami ingin menjaga komunitas kami tetap aman dan ingin memastikan kami dapat bangkit kembali secepat mungkin," kata Perdana Menteri Negara Bagian New South Wales Gladys Berejiklian.

Pejabat Australia mengumumkan 177 kasus baru terkait dengan wabah Sydney, yang dimulai pertengahan Juni 2021 ketika seorang pengemudi awak penerbangan internasional tertular virus Covid-19.

Orang-orang yang tinggal di hotspot telah didesak untuk tidak meninggalkan lingkungan mereka, tetapi mereka yang tinggal sendiri akan diizinkan untuk membuat "gelembung tunggal" dengan orang lain.

Berejiklian mengatakan polisi akan meningkatkan upaya kepatuhan, sambil meminta warga Sydney untuk melaporkan orang lain yang melanggar aturan.

"Kami benar-benar membutuhkan orang untuk melakukan hal yang benar setiap saat. Jangan lengah," katanya.

Pengumuman itu muncul ketika Melbourne terbangun di akhir pengunciannya yang kelima, setelah mengalahkan varian Delta untuk kedua kalinya dalam beberapa bulan terakhir melalui tekad dan kerja keras, menurut Perdana Menteri Negara Bagian Victoria Dan Andrews.

Mereka termasuk di antara sekitar delapan juta orang di Negara Bagian Victoria dan South Australia yang keluar dari lockdown semalam setelah wabah lokal dari varian yang sangat menular itu dapat dikendalikan.

Australia dipuji atas keberhasilannya pada awal pandemi, setelah menutup perbatasan internasionalnya dan bergerak cepat untuk menghancurkan klaster Covid-19.

Tetapi dengan populasi yang sebagian besar tidak divaksin, negara itu telah berjuang untuk menanggapi varian Delta, dengan berulang kali membuat kota-kotanya terkunci.

Sekitar 13% dari populasi Australia telah divaksin, dengan persediaan suntikan Pfizer-BioNTech yang rendah dan skeptisisme tentang suntikan AstraZeneca.

Negara itu telah mencatat lebih dari 33.000 infeksi dan 921 kematian terkait Covid-19 dalam populasinya yang sebanyak 25 juta. (AFP/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT