28 July 2021, 09:08 WIB

Orang yang Sudah Divaksin di AS Perlu Kembali Kenakan Masker


Nur Aivanni | Internasional

ORANG-orang yang sudah divaksin covid-19 di bagian berisiko tinggi di Amerika Serikat harus kembali mengenakan masker di dalam ruangan. Presiden AS Joe Biden mengatakan pengumuman itu menunjukkan Amerika perlu melakukan vaksinasi yang lebih baik.

Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Rochelle Walensky menyampaikan keputusan penggunaan masker itu dalam konferensi pers.

"Di daerah dengan transmisi substansial dan tinggi, CDC merekomendasikan orang yang sudah divaksin lengkap memakai masker di tempat umum di dalam ruangan," kata Walensky.

Menurut data CDC terbaru, sebagian besar Amerika Serikat bagian selatan mengalami penularan yang tinggi atau substansial, sementara bagian Timur Laut yang tingkat vaksinasinya tinggi sebagian besar mengalami tingkat penularan komunitas yang moderat.

Substansial didefinisikan sebagai antara 50 hingga 100 kasus harian per 100.000 orang selama rata-rata tujuh hari, sedangkan tinggi didefinisikan sebagai lebih dari 100 kasus harian per 100.000.

Baca juga: WHO Pertegas Efektivitas Masker Cegah Covid-19

Biden mengatakan dia menyusun langkah-langkah baru pada hari Kamis (29/7) untuk mengatasi kelambatan dalam vaksinasi, yang telah terhenti selama berbulan-bulan. Meskipun faktanya Amerika Serikat memiliki pasokan tertinggi dari negara mana pun.

Dalam pidato terpisah kepada komunitas intelijen AS, ketika ditanya tentang kemungkinan mandat vaksin untuk pekerja federal AS, Biden menjawab: "Itu sedang dipertimbangkan sekarang".

Pada Senin, Departemen Urusan Veteran mengatakan akan membutuhkan tenaga kesehatan yang berada di garis depan, sekitar 115.000 orang, untuk mendapatkan dosis vaksin, yang menjadi lembaga federal pertama yang memulai persyaratan tersebut.

Pekan lalu, CDC membela keputusan bahwa orang yang sudah divaksin tidak harus memakai masker di dalam ruangan di sebagian besar keadaan, dengan pengecualian termasuk angkutan umum dan rumah sakit.

Tetapi jumlah infeksi sekarang membengkak karena varian Delta, yang menyumbang sekitar 90 persen kasus. Rata-rata kasus harian selama tujuh hari terakhir lebih dari 56.000, mirip dengan level yang terakhir terlihat pada April. (AFP/OL-5)

BERITA TERKAIT