26 July 2021, 03:30 WIB

Israel Tunda Kesepakatan Pengangkutan Minyak Uni Emirat Arab


Mediaindonesia.com | Internasional

KEMENTERIAN Perlindungan Lingkungan Israel mengatakan pada Minggu (25/7) bahwa pihaknya menunda pelaksanaan kesepakatan transportasi minyak yang diusulkan dengan Uni Emirat Arab. Ini disebabkan proyek itu telah membuat marah para pecinta lingkungan.

Perjanjian, yang menyusul UEA dan Israel membangun hubungan diplomatik tahun lalu, akan membolehkan minyak Teluk dibawa ke pelabuhan Laut Merah Eilat dengan kapal tanker, daripada dipindahkan melalui pipa melalui daratan Israel ke pelabuhan Mediterania Ashkelon, yang akan dikirim ke Eropa.

Kesepakatan minyak, yang melibatkan Perusahaan Pipa Eropa-Asia (EAPC) milik negara Israel dan perusahaan Israel-UEA bernama MED-RED Land Bridge Ltd, belum diluncurkan. Tetapi para aktivis telah membunyikan alarm tentang potensi ancaman terhadap karang Laut Merah utara di lepas pantai Eilat.

Organisasi lingkungan Israel menentang rencana tersebut di pengadilan. Alasan mereka ada risiko kebocoran atau tumpahan minyak yang menghancurkan. Pasalnya puluhan juta ton minyak mentah diperkirakan akan dibawa melalui Israel setiap tahun.

Baca juga: Maskapai Israel Israir Buka Penerbangan Langsung ke Maroko

EAPC mengajukan tanggapannya di pengadilan pekan lalu, memberikan penilaian risiko, yang diklaim bahwa risiko dari tumpahnya aliran minyak mentah sangat kecil. Tetapi pada Minggu, Kementerian Perlindungan Lingkungan Israel mengatakan penilaian risiko tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh kementerian sehingga itu tidak valid. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT