25 July 2021, 20:15 WIB

Maskapai Israel Israir Buka Penerbangan Langsung ke Maroko


Nur Aivanni | Internasional

Maskapai Israel Israir meluncurkan penerbangan komersial langsung pertama antara negara Yahudi dan Maroko pada hari Minggu sejak negara-negara itu menormalkan hubungan diplomatik dalam kesepakatan yang ditengahi AS tahun lalu.

Dikatakan Juru Bicara Israir Tali Leibovitz kepada AFP, sekitar 100 penumpang berada dalam penerbangan yang berangkat dari Tel Aviv ke Marrakesh. Dua hingga tiga penerbangan per minggu, tambahnya, direncanakan pada rute tersebut.

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid mengatakan pekan lalu bahwa dia akan mengunjungi Maroko tak lama setelah layanan Israir diluncurkan.

Maroko adalah salah satu dari empat negara kawasan yang menormalkan hubungan dengan Israel pada 2020, bersama dengan Bahrain, Sudan, dan Uni Emirat Arab.

Langkah itu dilakukan ketika pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump mengakui kedaulatan Maroko atas Sahara Barat, bekas jajahan Spanyol yang disengketakan dan terpecah.

Maroko adalah rumah bagi komunitas Yahudi terbesar di Afrika Utara, yang berjumlah sekitar 3.000 orang. Sekitar 700.000 orang Yahudi asal Maroko tinggal di Israel.

Rabat memiliki kantor penghubung di Tel Aviv tetapi hubungan terhenti selama intifada kedua atau pemberontakan Palestina pada 2000-2005.

Kesepakatan normalisasi antara negara-negara Arab dan Israel telah dianggap sebagai pengkhianatan oleh Palestina, yang percaya bahwa proses tersebut seharusnya hanya mengikuti resolusi konflik Israel-Palestina. (AFP/OL-12)

 

BERITA TERKAIT