25 July 2021, 08:20 WIB

Pembatasan Covid-19 Diprotes di Italia Hingga Australia


Nur Aivanni | Internasional

LEBIH dari 100.000 orang melakukan aksi protes di Australia, Prancis, Italia dan Yunani pada Sabtu (24/7). Aksi tersebut memicu bentrokan dengan polisi ketika mereka mencerca tindakan covid-19 dan sanksi pemerintah terhadap mereka yang tidak divaksinasi.

Puluhan pengunjuk rasa ditangkap setelah aksi unjuk rasa yang tidak sah di Sydney, dengan menteri kepolisian kota mencap mereka yang ambil bagian sebagai "orang bodoh".

Penyelenggara telah menjuluki aksi protes itu sebagai unjuk rasa kebebasan. Para peserta membawa tanda dan spanduk bertuliskan seperti "Bangun Australia".

Sementara itu, di Prancis, polisi mengerahkan gas air mata dan meriam air terhadap beberapa pengunjuk rasa. Sekitar 160.000 orang turun ke jalan untuk memprotes kebijakan Presiden Emmanuel Macron terkait kartu kesehatan yang secara drastis akan membatasi akses ke restoran dan ruang publik bagi orang-orang yang tidak divaksin.

Sementara itu, sekitar 5.000 orang berdemonstrasi di Athena. Mereka membawa plakat dengan slogan-slogan seperti, "Jangan sentuh anak-anak kami".

Baca juga: Lockdown di Sydney Diperpanjang Selama 2 Minggu

Sementara di Italia, para pengunjuk rasa berkumpul di Roma untuk berdemonstrasi menentang "kartu hijau" yang wajib untuk makan malam di dalam ruangan dan hiburan.

Sebelumnya di Sydney, para demonstran melempari petugas dengan tanaman pot dan botol air ketika mereka menentang perintah tinggal di rumah selama sebulan, sehari setelah pihak berwenang menyarankan pembatasan itu dapat tetap berlaku hingga Oktober.

Perdana Menteri Negara Bagian New South Wales Gladys Berejiklian mengatakan benar-benar muak oleh para pengunjuk rasa yang tindakan egoisnya telah membahayakan keselamatan warga lainnya.

Polisi mengatakan mereka mengeluarkan hampir 100 denda dan menangkap 57 orang. Sementara itu, di Melbourne, enam orang ditangkap, menurut polisi.(AFP/OL-5)

BERITA TERKAIT