25 July 2021, 07:20 WIB

Warga Brasil Gelar Aksi Protes terhadap Presiden Bolsonaro


Nur Aivanni |

PULUHAN ribu warga Brasil turun ke jalan pada Sabtu (24/7) untuk menuntut pemakzulan Presiden Jair Bolsonaro. Bolsonaro menghadapi tekanan yang semakin meningkat lantaran pandemi covid-19 menimbulkan banyakmkorban dan semakin menghancurkan.

Itu adalah aksi protes pada akhir pekan keempat kalinya yang diserukan oleh partai politik kiri, serikat buruh dan kelompok sosial yang menentang Bolsonaro. Mereka sedang menyelidiki dugaan tutup mata Bolsonaro terhadap skema penggelapan dana pemerintah dalam pembelian vaksin.

Aksi protes direncanakan di 400 kota besar dan kecil. Di Rio de Janeiro, ribuan orang dengan pakaian warna merah dan mengenakan masker berbaris dengan spanduk bertuliskan slogan-slogan yang mencaci-maki pemimpin negara itu, seperti "Tidak ada yang bisa mengambil lagi" dan "Keluar koruptor".

Penyelenggara mengatakan mereka adalah bagian dari hari yang dimaksudkan untuk membangkitkan negara tersebut dalam membela demokrasi, kehidupan orang Brasil dan mengeluarkan Bolsonaro.

Baca juga:  Bolsonaro Diizinkan Tinggalkan Rumah Sakit

Di Rio dan di tempat lain, pengunjuk rasa mengeluh tentang program vaksinasi yang dimulai terlambat di Brasil dan tingkat pengangguran yang tinggi. Pemrotes pun menuntut lebih banyak bantuan darurat untuk orang miskin yang bergulat dengan pandemi.

"Sangat penting bahwa setiap orang yang merasa tersinggung atau tertindas oleh pemerintah ini turun ke jalan, karena kita perlu berjuang untuk kembalinya demokrasi," kata Laise de Oliveira, 65, seorang pekerja sosial.

Pers Brasil memuat gambar dan laporan tentang jalan-jalan yang dipenuhi demonstran anti-Bolsonaro di 20 dari 26 negara bagian Brasil.

Baik penyelenggara maupun pihak berwenang tidak merilis perkiraan keseluruhan jumlah orang yang menghadiri unjuk rasa tersebut. Namun demonstrasi besar direncanakan di Sao Paulo, yang merupakan kota terpadat di Brasil dengan 12,3 juta penduduk dan ibu kota Brasilia.

Bolsonaro, yang dikritik karena pernyataannya yang mendukung eksploitasi kawasan lindung Amazon, pandangannya tentang senjata, dan program privatisasi yang ambisius, sedang mengalami kondisi terburuknya sejak berkuasa pada 2019.

Brasil telah menderita dengan hampir 550.000 kematian karena covid-19. Bolsonaro terkenal meremehkan krisis kesehatan, kebutuhan untuk memakai masker dan tindakan penguncian untuk menghentikan penyebaran virus.(AFP/OL-5)

BERITA TERKAIT