22 July 2021, 09:45 WIB

WHO Minta Negara Kaya Sumbang Vaksin Covid-19 di Amerika Tengah


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa kasus covid-19 meningkat di banyak negara Amerika Tengah dan Karibia. Mereka meminta negara-negara kaya untuk meningkatkan sumbangan vaksin ke wilayah di mana tingkat imunisasi masih sangat rendah.

“Amerika telah menjadi wilayah yang terbagi oleh akses vaksin,” kata Carissa Etienne, direktur Organisasi Kesehatan Pan Amerika, yang merupakan bagian dari WHO, Rabu atau Kamis WIB (22/7).

Negara-negara dengan tingkat vaksinasi yang lebih tinggi, termasuk Kosta Rika, Uruguay dan Chili, mengalami penurunan kasus yang cukup tajam, sementara yang lain mengalami kenyataan yang sangat berbeda.

Hanya 15 persen warga di seluruh Amerika Tengah dan Karibia yang telah divaksinasi penuh terhadap covid-19, sementara di beberapa negara, termasuk Honduras dan Haiti, angkanya kurang dari 1 persen.

Beberapa negara Karibia mengalami peningkatan kasus, termasuk Kuba, di mana infeksi dan kematian telah melonjak dan warga menggelar protes jalanan terhadap pemerintah baru-baru ini, yang terbesar dalam beberapa dekade.

"Kuba saat ini mengalami jumlah kasus terkonfirmasi covid-19 tertinggi di kawasan itu,” kata direktur darurat kesehatan di Pan American Health Organization, Ciro Ugarte.

Dalam populasi kurang dari 12 juta, lebih dari 43.000 kasus baru dilaporkan untuk minggu ini, naik 21 persen dari minggu sebelumnya, dan pihak berwenang telah mengonfirmasi bahwa varian Delta yang sangat menular beredar di beberapa provinsi.

“Negara-negara Karibia lainnya juga melaporkan lonjakan. Kasus di Martinique, misalnya, telah meningkat tiga kali lipat selama seminggu terakhir, banyak yang melibatkan anak muda berusia 20-an,” kata Etienne.

Sebagian besar negara Amerika Tengah juga mengalami peningkatan tajam dalam kasus virus korona, dengan Guatemala melaporkan tingkat rawat inap yang tinggi dan negara tetangga Honduras mengalami lonjakan kasus di sepanjang perbatasannya. Ada juga hot spot di negara bagian Amazon di Kolombia dan Peru.

"Covid-19 tetap mengakar di wilayah kami, terutama di negara-negara dengan cakupan vaksinasi yang rendah, dan penyebaran varian hanya memperburuk keadaan," kata Etienne.

Ada sedikit kabar baik yang langka dari Haiti, yang telah dilanda kerusuhan politik sejak pembunuhan presidennya dua minggu lalu.

Vaksinasi covid-19 akhirnya dimulai di sana Jumat lalu, dua hari setelah negara itu menerima 500.000 dosis vaksin Moderna yang disumbangkan oleh Amerika Serikat melalui mekanisme pembagian vaksin Covax.

"Kami jelas membutuhkan lebih banyak vaksin dan kami membutuhkannya sekarang," kata Etienne, menambahkan bahwa sumbangan benar-benar satu-satunya cara bagi banyak negara di kawasannya untuk mengamankan dosis yang mereka butuhkan dengan cepat.

Pemerintah AS telah berjanji untuk menyumbangkan sekitar 12 juta dosis ke Amerika Latin dan Karibia, serta telah mengirimkan sekitar 4,5 juta dosis ke Honduras, El Salvador, Bolivia dan Haiti.

Para pejabat juga berharap untuk menerima dosis dari Spanyol dan Kanada, dan optimis bahwa negara lain, termasuk Prancis, akan bergabung dalam upaya donasi.

"Kami ingin memuji semua negara karena berbagi vaksin dengan kawasan kami, tetapi kenyataannya, kami membutuhkan lebih banyak," kata Etienne.

"Tolong jangan menunggu sampai Anda memiliki dosis berlebih. Vaksin bukan hak istimewa bagi segelintir orang, itu hak semua orang,” tandasnya. (Straitstimes/OL-13)

Baca Juga: Tiongkok Dilanda Banjir Besar, 25 Orang Tewas Ratusan Ribu Mengungsi

BERITA TERKAIT