22 July 2021, 08:01 WIB

Arab Saudi Bantah Gunakan Spyware Pegasus untuk Lacak Komunikasi Warganya


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

SEORANG pejabat Arab Saudi membantah klaim daru beberapa media bahwa kerajaan itu menggunakan spyware untuk melacak komunikasi, menurut laporan TV pemerintah pada Rabu (21/7)

"Klaim ini tidak berdasar. Kerajaan tidak menyetujui praktik seperti itu," kata TV pemerintah mengutip pejabat itu, tanpa menyebutkan namanya.

Investigasi global yang diterbitkan pada Minggu (18/7) oleh 17 organisasi media mengatakan spyware Pegasus, yang dilisensikan oleh NSO Group yang berbasis di Israel, telah digunakan dalam upaya dan berhasil meretas ponsel pintar milik jurnalis, pejabat pemerintah, dan aktivis hak asasi manusia.

Baca juga: Presiden Prancis Termasuk yang Jadi Target Spyware Pegasus

Salah satu organisasi, The Washington Post, mengatakan spyware Pegasus juga digunakan untuk menargetkan ponsel milik dua perempuan yang dekat dengan Jamal Khashoggi, seorang kolumnis yang dibunuh di konsulat Arab Saudi di Turki pada 2018, sebelum dan setelah kematiannya.

NSO mengeluarkan pernyataan pada Minggu (18/7) yang menolak pelaporan oleh mitra media, dengan mengatakan itu penuh dengan asumsi yang salah dan teori yang tidak didukung.

Pihaknya menuturkan produk mereka dimaksudkan hanya untuk digunakan oleh badan intelijen dan penegak hukum pemerintah untuk memerangi terorisme dan kejahatan. (Straitstimes/OL-1)

BERITA TERKAIT