22 July 2021, 05:21 WIB

UNESCO Coret Liverpool dari Daftar Warisan Budaya Dunia


Basuki Eka Purnama | Internasional

UNESCO, Rabu (21/7), memutuskan mencoret kawasan pelabuhan Liverpool dari daftar Warisan Budaya Dunia, dengan alasan pembangunan yang berlebihan, termasuk rencana pembangunan sebuah stadion baru.

Dalam pertemuan komite UNESCO yang dipimpin Tiongkok, sebanyak 13 delegasi menyetujui pencoretan itu sementara lima menolak, hanya lebih satu dari mayoritas dua pertiga yang dibutuhkan untuk mencoret sebuah situs dari daftar Warisan Budaya Dunia.

"Hal itu berarti situs Liverpool Maritime Mercantile City dicoret dari daftar Warisan Budaya Dunia," ujar ketua Komite Warisan Budaya Dunia UNESCO Tian Xuenjun.

Baca juga: AS, Jepang dan Korsel Kirim Pesan ke Korut Soal Nuklir

Ini merupakan pencoretan ketiga dari daftar Warisan Budaya Dunia setelah Oman dan Jerman.

Pencoretan itu dilakukan setelah Komite Warisan Budaya Dunia UNESCO berdiskusi mengenai bagaimana kota-kota du dunia bisa mempertahankan budaya masa lalu mereka namun tetap melakukan pembangunan.

Wali Kota Liverpool Steve Rotheram mengecam keputusan UNESCO itu dan menyebutnya sebagai keputusan mundur yang diambil oleh pejabat dari belahan dunia yang berbeda.

"Tempat seperti Liverpool seharusnya tidak dihadapkan dengan pilihan biner antara mempertahankan status warisan budaya dunia atau mengembangkan komunitas yang terbelakang dengan menciptakan lapangan kerja," tegas Rotheram.

Anggota Dewan Kota Liverpool Harry Doyle mengaku dirinya kecewa dengan keputusan UNESCO itu namun menegaskan warisan budaya dunia di kota itu masih tetap ada.

"Kami lebih kecewa lagi karena UNESCO menolak tawaran kami untuk datang ke kota ini dan melihat sendiri kerja yang kami lakukan," kata Doyle.

"Mereka mengambil keputusan itu secara tertutup di belahan dunia yang berbeda," lanjutnya.

Pemerintah Inggris juga mengaku kecewa dengan keputusan UNESCO itu dan menegaskan Liverpool masih layah memegang status Warisan Budaya Dunia mereka.

Namun, UNESCO beralasan rencana pembangunan, yang mencakup gedung pencakar langit, akan menyebabkan kerusakan yang tidak bisa dipulihkan pada pelabuhan Liverpool, yang merupakan warisan budaya dunia.

Rencana pembangunan stadion baru milik Everton mendapatkan persetujuan dari pemerintah tanpa melalui dengar pendapat publik.

"Itu merupakan contoh pembangunan yang bertentangan dengan nilai-nilai UNESCO," tegas badan PBB itu dalam sebuah pernyataan resmi. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT