21 July 2021, 12:27 WIB

EMA Mulai Evaluasi Vaksin Covid-19 Sanofi


Basuki Eka Purnama | Internasional

BADAN Obat-obatan Eropa (EMA), Selasa (20/7), mengatakan telah memulai pengujian vaksin covid-19 buatan Sanofi, yang bisa berujung pada pemberian izin penggunaan vaksin itu di Uni Eropa.

"EMA akan memeriksa kepatuhan vaksin Vidprevtyn terhadap standar Uni Eropa terkait efektivitas, keamanan, dan kualitas," ungkap EMA dalam sebuah pernyataan resmi.

Vaksin Sanofi, yang dikembangkan dengan perusahaan Inggris GSK, bergabung dengan empat vaksin yang tengah menjalani pengujian oleh EMA, termasuk vaksin asal Rusia Sputnik V dan vaksin asal Tiongkok Sinovac.

Baca juga: Orang Kepercayaan Suu Kyi Meninggal Terpapar Covid-19 di Penjara

Berbeda dengan vaksin m-RNA, yang harus disimpan di temperatur sangat dingin, vaksin Sanofi bisa disimpan di suhu ruang sehingga lebih mudah didistribusikan.

Vaksin itu membutuhkan dua dosis, sama dengan mayoritas vaksin covid-19 lainnya.

Vaksin Sanofi mengombinasikan antigen yang dikembangkan Sanofi, yang menstimulasi produksi antibodi, dengan teknologi GSK yang berupa substansi yang akan mendongkrak sistem kekebalan tubuh saat dirangsang vaksin.

EMA mengatakan keputusan mereka untuk mulai pengujian vaksin Sanofi diambil setelah uji klinis menunjukkan vaksin itu memicu produksi antibodi terhadap virus SARS-CoV-2, yang menyebabkan covid-19, dan membantu melindungi pasien dari penyakit itu.

Saat ini, ada empat vaksin covid-19 yang telah mendapatkan persetujuan EMA yaitu Pfizer-BioNTech, Moderna, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT