20 July 2021, 16:14 WIB

Roket Serang Istana Presiden Afghanistan Saat Salat Iduladha


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

SERANGAN roket menyasar dekat Istana Kepresidenan Afghanistan di Kabul saat salat Iduladha tengah berlangsung.

Sejuah ini, belum ada laporan terkait korban luka. Namun, belum diketahui pula siapa yang berada di balik serangan tersebut.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dilaporkan melanjutkan salat Iduladha, meskipun terjadi beberapa ledakan keras di sekitar istana. Adapun roket ditembakkan pada Selasa (20/7) pagi sekitar pukul 8.

Ledakan keras terdengar di Zona Hijau yang dijaga ketat. Zona tersebut mencakup Istana Kepresidenan dan beberapa kedutaan negara sahabat, termasuk misi Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Iran Waspada Kebangkitan Taliban di Afghanistan

Ghani kemudian menyampaikan pidato dari podium terbuka dan disiarkan televisi lokal. Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Mirwais Stanekzai mengatakan sedikitnya tiga roket mendarat di wilayah Kabul, ketika kota itu memperingati Iduladha.

“Hari ini, musuh Afghanistan melancarkan serangan roket di beberapa wilayah Kota Kabul,” tutur Stanekzai.

“Semua roket menghantam tiga bagian yang berbeda. Berdasarkan informasi awal, belum ada korban dari insiden tersebut. Tim kami sedang menyelidiki,” imbuhnya.

Pada masa lalu, serangan roket kerap mengarah ke area Istana Kepresidenan Afghanistan. Adapun insiden terakhir pada Desember 2020.

Tidak seperti beberapa tahun sebelumnya, Taliban tidak mengumumkan gencatan senjata selama liburan Iduladha tahun ini. Meski, ada seruan mendesak dari masyarakat sipil Afghanistan dan masyarakat internasional untuk mengakhiri pertempuran.

Baca juga: Taliban Klaim Rebut Perbatasan Utama dengan Pakistan

Sebelumnya, 15 misi diplomatik dan perwakilan NATO di Kabul mendesak Taliban untuk menghentikan serangan. Beberapa jam setelah kelompok itu dan pemerintah Afghanistan gagal menyepakati gencatan senjata pada pembicaraan bilateral di Doha.

Dalam beberapa bulan terakhir, kedua belah pihak telah bertemu di dalam dan di luar Ibu Kota Qatar. Namun, hanya menghasilkan sedikit pencapaian, dengan pembicaraan tampaknya telah kehilangan momentum, karena Taliban membuat keuntungan besar.

Sebuah pernyataan bersama pada Minggu malam mengungkapkan adanya kesepakatan terkait urgensi mencapai solusi yang adil. Pemerintah Afghanistan dan Taliban siap melakukan pertemuan kembali pekan depan.

“Kami juga sepakat bahwa tidak boleh ada jeda dalam negosiasi,” tutur Abdullah Abdullah, yang mengawasi delegasi pemerintah Afghanistan.(Aljazeera/OL-11)

BERITA TERKAIT