20 July 2021, 11:34 WIB

AS Tuduh Tiongkok Lakukan Peretasan terhadap Microsoft


Nur Aivanni | Internasional

AMERIKA Serikat menuduh Beijing melakukan peretasan besar-besaran terhadap Microsoft dan mendakwa empat warga negara Tiongkok ketika mengumpulkan sekutu dalam kecaman bersama yang jarang terjadi terhadap aktivitas siber berbahaya dari Tiongkok.

Dalam sebuah pernyataan, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan peretasan Microsoft Exchange pada Maret, server email teratas untuk perusahaan di seluruh dunia, adalah bagian dari pola perilaku yang tidak bertanggung jawab, mengganggu, dan tidak stabil di dunia maya, yang merupakan ancaman besar bagi keamanan ekonomi dan nasional.

Kementerian Keamanan Negara Tiongkok atau MSS, kata Blinken, telah memupuk ekosistem peretas kontrak kriminal yang melakukan kegiatan yang disponsori negara dan kejahatan dunia maya untuk keuntungan finansial mereka sendiri.

Sementara itu, Departemen Kehakiman AS mengatakan empat warga negara Tiongkok telah didakwa meretas komputer puluhan perusahaan, universitas, dan badan pemerintah di Amerika Serikat dan luar negeri antara 2011 dan 2018.

"Amerika Serikat akan memberlakukan konsekuensi pada pelaku siber jahat (Tiongkok) atas perilaku tidak bertanggung jawab mereka di dunia maya," kata Blinken yang mengacu pada dakwaan.

Presiden AS Joe Biden mengatakan Amerika Serikat masih menyelesaikan penyelidikan sebelum mengambil tindakan pencegahan.

"Pemerintah Tiongkok, tidak berbeda dengan pemerintah Rusia, tidak melakukan ini sendiri, tetapi melindungi mereka yang melakukannya, dan bahkan mungkin mengakomodasi mereka untuk dapat melakukannya," kata Biden kepada wartawan.

Baca juga: AS Terbuka untuk Lakukan Pembicaraan dengan Tiongkok

Biden, seperti pendahulunya Donald Trump, telah meningkatkan tekanan pada Tiongkok, melihat langkah kekuatan Asia itu yang semakin meningkat di dalam dan luar negeri sebagai ancaman utama jangka panjang bagi Amerika Serikat.

Peretasan Microsoft, yang mengeksploitasi kelemahan dalam layanan Microsoft Exchange, memengaruhi setidaknya 30.000 organisasi AS termasuk pemerintah daerah serta organisasi di seluruh dunia.

Tuduhan serangan siber terhadap Amerika Serikat baru-baru ini fokus pada Rusia, bukan Tiongkok. Para pejabat AS mengatakan banyak dari serangan itu berasal dari Rusia, meskipun mereka telah memperdebatkan sejauh mana ada keterlibatan negara. Rusia menyangkal bertanggung jawab atas hal itu.(AFP/OL-5)

BERITA TERKAIT