20 July 2021, 01:55 WIB

Maroko Bantah Pakai Pegasus untuk Pantau Pengkritik


Mediaindonesia.com | Internasional

MAROKO menolak dengan tegas klaim bahwa dinas intelijennya telah menggunakan spyware Pegasus milik Israel untuk memantau kritik di dalam dan luar negeri. 

Rabat, Senin (19/7), mengatakan tidak pernah memperoleh perangkat lunak komputer untuk menyusup ke perangkat komunikasi dan membantah telah menyusup ke telepon beberapa tokoh masyarakat nasional dan internasional serta kepala organisasi internasional melalui perangkat lunak komputer.

Investigasi bersama oleh beberapa media Barat mengatakan, Minggu (18/7), bahwa banyak aktivis, jurnalis, eksekutif, dan politisi di seluruh dunia telah dimata-matai menggunakan perangkat lunak yang dikembangkan oleh perusahaan Israel bernama NSO.

Perusahaan media, termasuk The Washington Post, The Guardian, dan Le Monde, menarik hubungan antara NSO Group dan daftar puluhan ribu nomor telepon pintar, termasuk nomor para aktivis, jurnalis, eksekutif bisnis, dan politisi di seluruh dunia. Banyak nomor dalam daftar itu berkerumun di 10 negara, termasuk Maroko.

Rabat mengungkapkan keheranannya yang luar biasa atas laporan tersebut. "Ini tuduhan palsu tanpa dasar apa pun," bunyi pernyataan itu.

"Maroko menjamin kerahasiaan komunikasi pribadi untuk semua warga negara dan penduduk asing di Maroko," tambahnya.
Pegasus merupakan alat yang sangat invasif, dapat mengaktifkan kamera ponsel dan mikrofon target, mengakses data pada perangkat, serta secara efektif mengubah ponsel menjadi mata-mata. 

Baca juga: Ketua Uni Eropa: Skandal Pegasus tidak Dapat Diterima jika Benar

Dalam beberapa kasus, Pegasus dapat diinstal tanpa perlu mengelabui pengguna untuk memulai unduhan. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT