20 July 2021, 00:55 WIB

Ketua Uni Eropa: Skandal Pegasus tidak Dapat Diterima jika Benar


Mediaindonesia.com | Internasional

KETUA Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan skandal spyware yang melibatkan perusahaan perangkat lunak Israel dan hingga 50.000 nomor ponsel cerdas benar-benar tidak dapat diterima jika benar.

"Ini harus diverifikasi. Tapi jika memang demikian, itu sama sekali tidak dapat diterima," katanya kepada wartawan di Praha, Senin (19/7).

Perusahaan media termasuk The Washington Post, The Guardian, dan Le Monde, melaporkan pada Minggu (18/7) bahwa NSO Group yang berbasis di Israel dituduh memasok spyware kepada pemerintah dan terdapat daftar puluhan ribu nomor ponsel cerdas, termasuk milik para aktivis, jurnalis, eksekutif bisnis, dan politisi di seluruh dunia.

Von der Leyen, yang berada di Praha untuk mempresentasikan rencana pemulihan pasca-covid-19 Ceko senilai 7 miliar euro (US$8,2 miliar) yang disetujui oleh UE, mengecam dugaan serangan terhadap telepon jurnalis.

"Pers bebas merupakan salah satu nilai inti dari Uni Eropa," katanya setelah bertemu dengan Perdana Menteri Ceko Andrej Babis.

NSO Group dan malware Pegasus--yang mampu menyalakan kamera atau mikrofon ponsel dan mengambil datanya--telah menjadi berita utama sejak 2016, ketika para peneliti menuduhnya membantu memata-matai seorang pembangkang di Uni Emirat Arab.

Baca juga: Mengenal Spyware Pegasus Milik Israel
 

NSO telah membantah melakukan kesalahan. Didirikan pada 2010 oleh orang Israel Shalev Hulio dan Omri Lavie, NSO Group berbasis di pusat hi-tech Israel Herzliya, dekat Tel Aviv. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT