15 July 2021, 06:24 WIB

Bolsonaro Dilarikan ke Rumah Sakit Kemungkinan Harus Dioperasi


Basuki Eka Purnama, Atikah Ishmah Winahyu |

PRESIDEN Brasil Jair Bolsonaro mengalami gangguan usus yang kemungkinan harus dioperasi. Hal itu diungkapkan pemerintah Brasil setelah presiden sayap kanan itu dilarikan ke rumah sakit karena tidak berhenti cegukan.

Presiden berusia 66 tahun itu, sejak pekan lalu, mengeluhkan tidak berhenti cegukan setelah menjalani prosedur implan gigi, 3 Juli lalu.

Bolsonaro, awalnya, dibawa ke sebuah rumah sakit militer di Brasilia namun kemudian dipindahkan ke rumah sakit di Sao Paulo untuk menjalankan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: Iran Bantah Tuduhan AS terhadap Empat Agen Intelijen Ingin Culik Jurnalis

"Dia tetap bersemangat dan merasa baik-baik saja," ungkap seorang juru bicara presiden Brasil.

Di Brasilia, Bolsonaro diperika oleh Antonio Macedo, yang beberapa kali mengoperasi presiden Brasil itu setelah dia ditusuk saat berkampanye pada 2018.

Jika benar harus dioperasi, itu berarti Bolsonaro akan menjalani operasi yang ketujuh usai ditusuk oleh seorang mantan anggota Partai Sosialis dan Kemerdekaan (PSOL), partai pecahan Partai Pekerja (PT).

"Ini adalah tantangan baru, buah dari upaya pembunuhan yang dilakukan mantan anggota PSOL, sayap kiri dari PT, untuk mencegah harapan jutaan warga Brasil yang menginginkan perubahan," cicit Bolsonaro. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT