10 July 2021, 14:20 WIB

AS Kirim Vaksin Covid-19 ke Indonesia, Bhutan, Nepal


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

AMERIKA Serikat mengirimkan tiga juta dosis vaksin Moderna covid-19 ke Indonesia, 1,5 juta dosis vaksin Johnson & Johnson menuju Nepal, dan 500.000 dosis Moderna ke Bhutan.

Pengiriman tersebut merupakan bagian dari janji pemerintahan Biden untuk membagikan batch awal 80 juta vaksin buatan AS secara global di tengah kekhawatiran kesenjangan yang lebar dalam tingkat vaksinasi antara negara maju dan berkembang.

Pekan lalu, pemerintah mengumumkan rencana untuk mengirimkan satu juta dosis vaksin covid-19 yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNTech ke Malaysia.

“Pengiriman ke Indonesia merupakan bagian dari empat juta dosis yang dijanjikan minggu lalu dan merupakan salah satu pengiriman terbesar vaksin sumbangan AS sejauh ini. Sisa satu juta dosis akan segera dikirim,” kata pejabat seorang pejabat Gedung Putih, Jumat (9/7).

Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat juga bergerak maju dengan rencana meningkatkan bantuan covid-19 untuk Indonesia yang lebih luas. Indonesia telah mencatat 2,4 juta kasus virus korona dan 64.000 kematian. Jumlah penambahan kasus terus meningkat pada tingkat yang mengkhawatirkan dengan kematian harian berlipat ganda pada minggu pertama Juli.

Amerika Serikat telah bersaing dengan Tiongkok untuk memperdalam pengaruh geopolitiknya melalui yang disebut diplomasi vaksin. Tetapi keduanya berkeras bahwa berbagi vaksin bukan untuk mendapatkan bantuan atau mengekstraksi konsesi, tetapi untuk menyelamatkan nyawa dan mengakhiri pandemi.

Amerika Serikat telah mengumumkan rencana untuk menyediakan vaksin ke negara-negara lain di Asia, termasuk Filipina, Vietnam, Thailand, Laos, Papua Nugini, dan Kamboja. Selain 80 juta dosis, Washington mengatakan akan membeli 500 juta vaksin Pfizer/BioNTech untuk didistribusikan ke Uni Afrika dan 92 negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan tim ilmiah dan otoritas hukum dan peraturan telah bekerja sama untuk memastikan pengiriman yang cepat dari banyak vaksin yang aman dan efektif ke Bhutan dan Nepal. Kepala Dana Moneter Internasional Kristalina Georgieva pada Rabu mendesak Amerika Serikat, Tiongkok, dan negara-negara ekonomi utama G-20 lain, yang pejabat keuangannya bertemu di Venesia akhir pekan ini, untuk mempercepat akses ke vaksin di seluruh dunia.

Baca juga: Kasus Harian Covid-19 di Malaysia Capai 9.180

 

Dia memperingatkan pemulihan dua jalur yang memburuk akan meninggalkan negara-negara berkembang jauh di belakang. "Menyediakan akses yang lebih cepat ke vaksinasi berpotensi menyelamatkan lebih dari setengah juta nyawa dalam enam bulan ke depan saja," katanya. (Straitstimes/OL-14)

BERITA TERKAIT