08 July 2021, 14:30 WIB

Covid-19 Melonjak, Vietnam Kunci Wilayah Kota Ho Chi Minh


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

PEMERINTAH Vietnam akan melakukan penguncian di Kota Ho Chi Minh untuk menahan wabah covid-19 yang terus melonjak. Mulai Jumat (9/7) dini hari, warga akan diamanatkan untuk tinggal di rumah selama dua minggu setelah 8.000 kasus tercatat di kota tersebut selama gelombang virus terbaru.

Sebelum kejadian luar biasa ini, yang dimulai pada akhir April, kurang dari 3.000 kasus telah dicatat di seluruh Vietnam.

Meskipun klaster virus tersebar di seluruh negeri, termasuk di provinsi industri utara Bac Ninh dan Bac Giang, rumah bagi pabrik yang memasok Samsung dan Foxconn, Kota Ho Chi Minh muncul sebagai pusat gelombang.

Wali Kota Kota Ho Chi Minh Nguyen Thanh Phong mengatakan kota itu menghadapi tantangan dalam mengendalikan pandemi, menurut outlet berita yang dikelola negara VNExpress.

"Untuk mengendalikan pandemi covid-19 dengan cepat, Kota Ho Chi Minh bertekad untuk (berupaya) lebih keras," katanya pada Rabu (7/7).

Wakil Perdana Menteri Vu Duc Dam mengatakan kepada pihak berwenang Kota Ho Chi Minh sebelumnya sudah waktunya untuk menerima pengorbanan untuk memastikan pembangunan jangka panjang.

Warga akan diizinkan meninggalkan rumah hanya untuk membeli makanan atau obat-obatan.

Baca juga:  Vietnam Laporkan Kasus Covid-19 Capai Rekor Baru

Setidaknya 10 kota telah menangguhkan hubungan udara mereka dengan Kota Ho Chi Minh, yang sebelumnya dikenal sebagai Saigon, dan panic buying dilaporkan terjadi pada hari Rabu karena tiga pasar grosir utama ditutup.

Lebih dari 80 infeksi telah dicatat di penjara kota Chi Hoa, mempengaruhi penjaga dan narapidana, menurut media pemerintah. Suara tembakan terdengar dari dalam penjara pada Selasa, meskipun masih belum jelas apa yang terjadi.

Vietnam pernah menjadi model untuk penahanan virus karena pelacakan kontak yang ekstensif dan karantina yang ketat, tetapi kesulitan untuk mendapatkan dan meluncurkan vaksin.

Menurut Kementerian Kesehatan, Vietnam yang memiliki populasi hampir 100 juta, telah memberikan kurang dari empat juta dosis vaksin covid-19.

Negara itu mengatakan ingin mencapai kekebalan kelompok pada akhir tahun atau awal 2022. Negara itu sedang mengembangkan vaksinnya sendiri, dan telah memesan jutaan dosis dari luar negeri.

Amerika Serikat pada Selasa mengatakan telah mengirim dua juta dosis vaksin Moderna ke Vietnam yang merupakan bagian dari 80 juta dosis awal yang telah dijanjikan Presiden Joe Biden untuk dialokasikan ke seluruh dunia. (CNA/OL-5)

BERITA TERKAIT