24 June 2021, 20:35 WIB

Tiongkok Bekukan Aset Media Apple Daily yang Prodemokrasi


Henry Hokianto | Internasional

SEJUMLAH aset yang dimiliki Apple Daily telah dibekukan setelah ditutup paksa di bawah undang-undang keamanan nasional yang baru. Tabloid prodemokrasi populer yang mendukung penuh gerakan prodemokrasi kota dan kritik yang dilontarkan terhadap para pemimpin otoriter Tiongkok, Apple Daily, telah lama menjadi duri bagi pihak Beijing.

Sang pemilik Jimmy Lai, saat ini tengah berada di penjara karena mengikuti gerakan protes demokrasi. Ia merupakan yang pertama didakwa berdasarkan undang-undang tersebut setelah diberlakukan tahun lalu.

Pihak berwenang menerapkan undang-undang keamanan untuk menyerbu ruang redaksi, menangkap eksekutif senior, dan membekukan asetnya. Langkah tersebut melumpuhkan kemampuan surat kabar tersebut untuk menjalankan bisnis ataupun membayar para staf mereka. Kelompok berita juga memutuskan bahwa surat kabar pada Kamis (24/6), berjumlah satu juta eksemplar di kota berpenduduk 7,5 juta itu akan menjadi cetakan yang terakhir.

Baik portal berita, akun Twitter, serta Facebook Apple Daily telah dihapus. Diperkirakan sekitar 1.000 orang termasuk 700 jurnalis sekarang tidak memiliki pekerjaan.

 

"Warga Hong Kong kehilangan organisasi media yang berani berbicara dengan lantang membela kebenaran," kata delapan asosiasi jurnalis lokal dalam pernyataan bersama dan meminta para rekan-rekannya untuk berpakaian hitam pada Kamis. Keputusan untuk membekukan aset Apple Daily juga mengungkapkan kekuatan besar yang sekarang dimiliki pihak berwenang untuk mengejar perusahaan mana pun yang dianggap sebagai ancaman keamanan nasional. (OL-14)

BERITA TERKAIT