22 June 2021, 16:05 WIB

RELX International Luncurkan Program Inisiatif Perlindungan Anak dan Konsumen


Mediaindonesia.com | Internasional

RELX International meluncurkan inisiatifnya, RELX Pledge, yang masing-masing  berpusat pada perlindungan anak di bawah umur, konsumen, dan mata pencaharian ekonomi. 

Pada acara tersebut, RELX International berjanji untuk berkontribusi pada komunitas di mana ia beroperasi, di bawah tiga pilar utama yakni  Guardian Program, Golden Shield, and Green Shoots. 

Leina Chedid, Kepala Pemasaran untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, menyampaikan soal Guardian Program – sebuah inisiatif yang dimulai dari pengembangan produk hingga penjualan, pencegahan penggunaan produk vape pada anak dibawah umur melalui upaya bersama dengan pengecer untuk meningkatkan upaya identifikasi di tempat. 

Leina Chedid mengatakan sejak awal pendirian, pencegahan konsumsi di kalangan muda telah menjadi bagian integral dari nilai utama perusahaan RELX International. 

"Program Guardian kami berlaku di setiap sisi penjualan dan pemasaran dan mendukung sistem legislasi dan regulasi yang efektif untuk mencegah pembelian dan penggunaan produk kami oleh anak-anak,” ujarnya. 

Bersama dengan Leina, Kepala Urusan Eksternal Global RELX International, Jonathan Ng, mengumumkan langkah-langkah yang diambil perusahaan tersebut untuk memastikan adanya tindakan yang diambil di seluruh industri untuk mencegah penggunaan rokok elektrik di kalangan anak di bawah umur, termasuk di dalamnya pemberantasan produk palsu. 

Perusahaan vape ini mengatakan, inisiatif Golden Shield merupakan sebuah kemitraan dengan sejumlah pemangku kepentingan termasuk di dalamnya melibatkan petugas bea cukai, dirancang untuk melindungi konsumen dengan mengeliminasi produk palsu dan selundupan yang beredar di pasar. 

Jonathan Ng mengatakan RELX International memastikan bahwa produknya diproduksi dengan standar kualitas tinggi dan kontrol pemeriksaan yang sangat ketat. Sayangnya, ada banyak RELX palsu dan produk selundupan lainnya dengan konten yang tidak diketahui isinya di luar sana. 

"Kami bekerja sama dengan firma investigasi, platform e-commerce, dan otoritas lokal untuk menyingkirkan produk semacam itu dari pasar,” tandasnya. 

Jonathan juga membahas Program Green Shoots milik RELX, sebuah inisiatif yang dibuat untuk memberi kembali kepada masyarakat, menggunakan pengalaman perusahaan untuk membantu calon wirausahawan dan pemilik usaha kecil lainnya mengarahkan bisnis mereka ke jalur pertumbuhan dan kesuksesan bisnis. 

"Sebagai perusahaan yang tumbuh dari startup, kami memahami banyak tantangan yang dihadapi bisnis kecil setiap hari. Melalui program Green Shoots, kami berharap dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan kami untuk membantu mereka berada di jalur yang benar menuju pertumbuhan dan kesuksesan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari skema ini, RELX Academy akan melihat perusahaan mensponsori kursus yang dikurasi oleh universitas global terkemuka untuk membekali wirausahawan pemula dengan keterampilan agar berhasil dalam memulai bisnis mereka sendiri.

RELX Academy saat ini sedang memasukit tahap uji coba di Filipina. 

“Kami benar-benar berharap ke depannya inisiatif ini akan membawa manfaat baik bagi semua orang. Artinya hanya produk RELX asli - semuanya diproduksi dengan standar keandalan yang tinggi - yang digunakan oleh vapers dewasa atau orang dewasa yang mencari alternatif untuk merokok,” tandasnya. (RO/E-1)

BERITA TERKAIT