22 June 2021, 14:43 WIB

INH Gandeng Youtuber Ajak Bangun Masjid di Uganda


Mediaindonesia.com | Internasional

LEMBAGA kemanusiaan Internasional Networking for Humanitarian (INH) menggandeng Muhammad Hasan Abdillah salah seorang Youtuber papan atas dengan akun hasanjr11 mengajak kepada para dermawan. Ini dilakukan untuk menyukseskan sejumlah program kemanusiaan dan keagamaan di Uganda, Afrika Timur.

Presiden Direktur (Presdir) INH Luqmanul Hakim menyatakan program kemanusiaan dan keagamaan di Uganda merupakan program jangka panjang. INH sudah bermitra dengan sejumla NGO lokal di Uganda dalam menjalankan program kemanusiaan selama ini.

Sejumlah program yang sudah di kerjakan INH, seperti wakaf Al-Qur'an, perbaikan sumur, dan pembagian sembako untuk warga yang kurang mampu di negara tersebut. Tidak hanya itu, INH memiliki program rutin tahunan yakni berkurban di negara yang memiliki populasi muslim sekitar 13,7% tersebut.

"Saat ini kami bekerja sama dengan tokoh muda yang tidak asing lagi di telinga kita, Youtuber ternama hasanjr11. Beliau kami kirim ke Uganda dengan tujuan menyalurkan wakaf musaf Al-Quran. Sesampainya di sana, ternyata ada masjid yang kondisinya sangat memprihatinkan, tepatnya di Kamunyumbi village, Kamunyumbi  Parish Kamaca, Distrik Sub County Kumi. Oleh karena itu, kami sepakat untuk membuat program pembangunan masjid di perkampungan dengan mayoritas penduduknya beragama Islam," kata Luqman, Selasa (22/6).

Luqman berharap dengan mengandeng seorang Youtuber dan selebgram ternama ini bisa mengangkat program-program kemanusiaan di Uganda menjadi perhatian khusus bagi masyarakat dunia, lebih khusus untuk masyarakat di Indonesia yang notabene memiliki tingkat kedermawanan yang sangat besar.

"Semoga yang menjadi harapan dan impian umat muslim di Uganda bisa terwujud, dan program pembangunan masjid ini bisa segera teralisasikan, sehingga umat Islam di sana bisa lebih tenang dalam beribadah," ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Hasan Abdilla menceritakan pertama kali menginjakkan kakinya di uganda, khususnya permukiman yang memiliki 100% umat muslim itu merasa terenyuh melihat  tempat ibadah sangat tidak layak. Pasalnya, satu-satunya masjid yang dimiliki masyarakat setempat hanya terbuat dari kayu yang dijadikan tiang penyangga tanpa memiliki tembok penutup.

Atapnya masjid yang diberi nama Al-hidayah itu menggunakan asbes yang sudah rusak dan bocor saat hujan datang. Yang lebih miris lagi, alas masjid itu masih merupakan tanah merah tanpa lantai sebagaimana masjid pada umumnya.

"Untuk penerangan di saat malam hari, warga di sini hanya menggunakan lampu dari handphone milik jemaah. Karena tidak ada aliran listrik di masjid ini, saat memasuki waktu sholat muazin mengumandangkan adzan tidak menggunakan alat pengeras suara," kisahnya.

Fasilitas untuk berwudu pun para jemaah hanya mengandalkan dari sumur pompa manual. Akibatnya, saat musim kemarau sering kali sumur pompa ini tidak lagi mengeluarkan air untuk bersuci. Alhasil banyak jemaah terpaksa mencari sumber mata air di tempat lain untuk sekadar berwudu.

"Bayangkan jika di Indonesia banyak masjid yang begitu megah dan mewah lengkap dengan segala fasilitas, sementara saudara-saudara muslim kita di Uganda memiliki keterbatasan dalam sarana prasarana ibadah. Padahal agama dan sesembahan kita sama. Semoga para dermawan di mana pun berada bisa ikut membantu menyukseskan program ini," harapnya.

Menurut Hasan, sebagian besar penduduk di kampung tersebut hidup di bawah garis kemiskinan sehingga tidak mampu membangun rumah ibadah yang layak. Jangankan untuk membangun rumah Allah, tempat tinggal mereka juga sangat kecil dan sempit tanpa dinding penyekat.

"Mereka sangat terbatas dalam segi ekonomi. Jangan biarkan kemiskinan saudara kita di sana mendekatkan diri ke arah kekufuran. Naudzubillah semoga iman Islam mereka tetap terjaga meski dalam hidup yang serbaketerbatasan," pungkasnya. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT