22 June 2021, 11:20 WIB

Kasus Penghilangan Paksa selama Perang Saudara di El Salvador akan Diselidiki


Adiyanto | Internasional

Mahkamah Agung El Salvador memerintahkan kantor jaksa agung setempat untuk menyelidiki penghilangan paksa tiga orang warganya yang terjadi selama perang saudara (1980-1992). Mereka juga memerintahkan menghukum mereka yang bertanggung jawab.

Keputusan Majelis Konstitusi Mahkamah Agung itu muncul setelah surat perintah habeas corpus diajukan pada November 2017 oleh salah seorang penggugat terhadap tindakan anggota polisi dan tentara di masa itu terhadap anggota keluarganya.

Si penggugat, yang kehilangan saudara laki-laki, ayah, dan ibunya,  tidak disebutkan namanya. Ia  meminta agar keberadaan anggota keluarganya dan apa yang terjadi kala itu, diselidiki.

"Dinyatakan bahwa keluarga penggugat adalah korban penghilangan paksa yang dilakukan oleh anggota polisi dan tentaraI," kata pengadilan, Senin (21/6).

Mahkamah Agung memerintahkan jaksa agung, Rodolfo Delgado untuk menyelidi kasus penghilangan paksa tersebut dan menuntut, mengadili, serta menghukum mereka yang bertanggung jawab.

Pada 15 Mei 1982, seorang laki-laki berpakaian sipil menahan saudara penggugat di bagian selatan ibu kota San Salvador. “Dia diangkut ke dalam truk dan diduga dibawa ke markas besar Kepolisian Nasional,” kata seorang saksi kepada keluarga tersebut, dalam gugatan itu.

Dua hari setelah saudara laki-laki itu menghilang, ayah dan ibunya juga diciduk sebagai bagian dari operasi polisi dan militer.

Orang tua dari pria yang menyaksikan penangkapan pertama juga menghilang. Menurut dokumen pengadilan, saudara laki-laki penggugat terlibat dalam aktivitas politik  pada saat dia menghilang. Sementara ayah dan ibunya merupakan anggota organisasi suatu komunitas dan komunitas gereja yang pada saat itu dipandang sebagai anggota kelompok sayap kiri.

Setelah berakhirnya perang saudara pada 16 Januari 1992, Garda Nasional dan Kepolisian Negara dibubarkan. Perang saudara itu menyebabkan lebih dari 75.000 orang tewas dan menghancurkan perekonomian El Salvador. (AFP/M-4)

BERITA TERKAIT