20 June 2021, 17:36 WIB

Hizbullah Libanon Nilai Ebrahim Raisi sebagai Perisai Lawan Israel


Mediaindonesia.com | Internasional

PEMIMPIN gerakan Syiah Libanon yang kuat, Hizbullah, pada Minggu (20/6), memberi selamat kepada ulama ultrakonservatif Ebrahim Raisi karena memenangkan pemilihan presiden Iran. Ia menggambarkan Raisi sebagai perisai melawan Israel dan agresor lain.

Raisi, mantan kepala kehakiman, memenangkan hampir 62% suara dalam pemilihan presiden Iran, Jumat (18/6), dengan jumlah pemilih 48,8% dari keseluruhan hak suara. Ini setelah saingannya yang paling menonjol didiskualifikasi atau ditarik dari pemilihan.

"Kemenangan anda telah memperbarui harapan rakyat Iran dan orang-orang di kawasan yang melihat anda sebagai perisai dan pendukung kuat untuk perlawanan terhadap agresor," kata Kepala Hizbullah Hassan Nasrallah dalam pernyataan.

Baca juga: AS Sesalkan Warga Iran Tidak Bisa Berpartisipasi dalam Pilpres

 

Hizbullah, yang telah lama ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat, membentuk poros perlawanan terhadap Israel bersama dengan Iran dan Suriah.

Gerakan Libanon terlibat perang yang menghancurkan dengan Israel pada 2006. Para pejuangnya juga berperang melawan pemberontak yang berusaha menggulingkan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengucapkan selamat kepada Raisi. Ia mengungkapkan harapannya hasil pilpres itu akan bermanfaat bagi rakyat Iran. Erdogan mengatakan dia yakin kerja sama antara kedua negara akan semakin diperkuat dan dia siap bekerja sama dengan Raisi.

Assad, yang pemerintahnya menganggap Iran sebagai salah satu sekutu utamanya, berharap Raisi berhasil dalam tanggung jawab barunya dan mengarahkan negara dalam menghadapi tekanan eksternal.

Hizbullah, kekuatan kuat dalam politik Libanon, juga memiliki hubungan dekat dengan kelompok Islam Palestina Hamas yang menguasai Jalur Gaza yang diblokade Israel.

 

Juru bicara Hamas Hazem Qassem mengatakan Iran selalu menjadi pendukung utama, kuat, dan nyata dari perlawanan Palestina dan tujuan nasional saat ia mengucapkan selamat kepada Raisi. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT