17 June 2021, 23:57 WIB

Israel Ingin Punya Hubungan dengan Negara Mayoritas Muslim Asia Tenggara


Mediaindonesia.com | Internasional

ISRAEL ingin membangun hubungan dengan negara-negara mayoritas Muslim di Asia Tenggara, meskipun kalangan negara itu mengutuk serangan udara Israel di Gaza pada Mei lalu. Tiga negara mayoritas Muslim di Asia Tenggara, yakni Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam mengkritik tajam serangan Israel selama 11 hari permusuhan.

Duta Besar Israel untuk Singapura Sagi Karni mengatakan kritik dari para pemimpin tiga negara itu tidak jujur dan mengabaikan sifat sebenarnya dari konflik. Menurut dia, konflik berlangsung antara Israel dan Hamas, bukan dengan rakyat Palestina.

";Hamas adalah organisasi anti Semit. Saya tidak yakin banyak orang yang berpartisipasi dalam debat media sosial benar-benar memahami sifat radikal dan fasis Hamas," kata dia, Kamis (17/6), meskipun Hamas menolak tuduhan anti-Semitisme.

Menurutnya, satu-satunya cara bagi pihak mana pun untuk memiliki pengaruh yang berarti atas yang terjadi di Timur Tengah yaitu dengan menjalin hubungan dengan Israel. "Kami bersedia berbicara. Kami bersedia untuk bertemu dan pintu terbuka sejauh yang kami ketahui. Saya tidak berpikir begitu sulit untuk menemukan kami," ujar dia.

 

Israel memiliki kedutaan besar di Vietnam, Thailand, Filipina, dan Myanmar, di antara negara-negara lain di Asia. Indonesia, Malaysia, dan Brunei telah mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk turun tangan dan menghentikan kekejaman yang dilakukan terhadap rakyat Palestina. (Ant/OL-14)

BERITA TERKAIT