17 June 2021, 14:49 WIB

Silang Pendapat Soal Asal-Usul Covid-19 Antara Tiongkok dan AS Memanas


 Atikah Ishmah Winahyu |

SILANG pendapat dan saling tuduh soal asal usul virus korona tipe baru atau Covid-19 antara pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok terus berlanjut.  

Seorang pakar senior Tiongkok mengatakan AS harus menjadi prioritas dalam tahap penyelidikan selanjutnya terkait asal usul Covid-19 setelah sebuah penelitian menunjukkan bahwa penyakit itu bisa saja beredar di sana pada awal Desember 2019.

Studi yang diterbitkan minggu ini oleh Institut Kesehatan Nasional AS (NIH), menunjukkan bahwa setidaknya tujuh orang di lima negara bagian AS yang berbeda terinfeksi Sars-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19, beberapa minggu sebelum kasus pertama resmi dilaporkan.

Kepala ahli epidemiologi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok, Zeng Guang mengatakan kepada tabloid milik negara Global Times bahwa perhatian sekarang harus beralih ke AS, yang lambat untuk menguji orang pada tahap awal wabah, dan juga rumah bagi banyak laboratorium biologi.

"Semua mata pelajaran terkait senjata biologis yang dimiliki negara harus diawasi," katanya.

Mengomentari penelitian pada Rabu (16/6), juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian, mengatakan sekarang jelas bahwa wabah Covid-19 memiliki "banyak asal" dan bahwa negara-negara lain harus bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Asal usul pandemi telah menjadi sumber ketegangan politik antara Tiongkok dan AS, dengan banyak pihak yang fokus pada Institut Virologi Wuhan, yang terletak di kota tempat wabah pertama kali diidentifikasi pada akhir 2019 di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok.

Sebuah laporan oleh laboratorium nasional pemerintah AS menyimpulkan bahwa masuk akal jika virus itu telah bocor dari laboratorium Wuhan, The Wall Street Journal melaporkan awal bulan ini.

Sebuah studi sebelumnya telah meningkatkan kemungkinan bahwa Sars-CoV-2 dapat beredar di Eropa pada awal September 2020, tetapi para ahli mengatakan ini tidak berarti bahwa itu tidak berasal dari Tiongkok, di mana banyak virus korona mirip Sars telah ditemukan di negara itu. (Aiw/Straitstimes/OL-09)

BERITA TERKAIT