16 June 2021, 21:39 WIB

Pewawancara Putri Diana pada 1995 Salah Gunakan Kepercayaan


Lidya Tannia Bangguna | Internasional

MANTAN Kepala BBC mengatakan pada Selasa (15/6) bahwa Martin Bashir telah menyalahgunakan kepercayaan Putri Diana. Suatu laporan bulan lalu menemukan bahwa Bashir telah menggunakan laporan bank palsu untuk mengamankan wawancara sensasionalnya pada 1995.

Penyelidikan juga menemukan bahwa BBC telah membersihkan dari kesalahan yang sangat fatal tersebut. Tony Hall, yang ikut memimpin penyelidikan pertama BBC terhadap Bashir pada 1996 dan menjadi direktur jenderalnya ketika Bashir dipekerjakan, kembali ditanya tentang pekerjaan korporasi tersebut oleh anggota parlemen Inggris.

"Saya memberinya (Bashir) kesempatan kedua dan kepercayaan itu disalahgunakan dan disalahgunakan," kata Hall kepada komite parlemen. "Dia menyesal, tidak berpengalaman, dan keluar dari hatinya. Itulah sebabnya daripada memecatnya, kami memberinya kesempatan kedua," tambahnya.

Kemudian pada 2016, Hall menolak untuk mempekerjakan kembali Bashir terlepas dari perilaku dan kontroversi sebelumnya yang timbul dari pekerjaannya untuk jaringan AS. Ia pun mengklaim bahwa dia melimpahkan pengambilan keputusan ini kepada rekan-rekannya.

"Saya bekerja dengan lebih dari 20.000 orang. Saya tidak dapat menjelaskan setiap detailnya," katanya. "Jika tahu yang sekarang kami ketahui, tentu saja dia tidak akan dipekerjakan kembali," tambahnya. Baginya, integritas untuk mendapatkan kebenaran merupakan yang utama.

Wawancara kontroversial antara Bashir dan Putri Diana pada 1995 membuat geger publik sebab Putri Diana terang-terangan menceritakan masalah pernikahannya dengan Pangeran Charles. Wawancara tersebut mengguncang monarki Inggris dan menarik rekor penonton sebanyak 22,8 juta penonton.

 

Anak pertama Putra Diana, Pangeran William, mengklaim bahwa penipuan Bashir dan rendahnya pengawasan BBC berkontribusi pada gagalnya pernikahan orang tuanya dan memperburuk ketakutan, paranoia, dan isolasi ibunya. (OL-14)

BERITA TERKAIT