10 June 2021, 13:37 WIB

Sebut 'Orang Brasil dari Hutan', Presiden Argentina Tuai Kecaman


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

PRESIDEN Argentina, Alberto Fernández, telah memicu keributan di Twitter dan perdebatan ras regional dengan menyebut "orang Brasil berasal dari hutan".

Ucapan tersebut dilontarkan Fernández saat menerima kunjungan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, yang berupaya meningkatkan hubungan negara Amerika Selatan itu dengan Eropa.

“Orang-orang Meksiko berasal dari orang Indian, orang-orang Brasil datang dari hutan, tetapi kami orang-orang Argentina datang dari kapal-kapal. Dan itu adalah kapal-kapal yang datang dari Eropa,” kata Fernández, merujuk pada banyak migran Eropa yang tiba di negara itu.

Dia kemudian meminta maaf atas komentar tersebut dan mengatakan keragaman negaranya adalah sesuatu yang bisa dibanggakan.

Fernández tampaknya mengambil kalimat itu dari frase sebuah lagu oleh musisi lokal Lito Nebbia, yang presiden telah menyatakan dirinya sebagai pengagum musisi tersebut pada lebih dari satu kesempatan.

Komentar tersebut memicu kecaman di media sosial, dengan banyak yang mengkritik Fernández karena ketidakpekaan rasial.

"Saya tidak bermaksud menyinggung siapa pun, dalam hal apa pun, siapa pun yang merasa tersinggung atau tidak terlihat, saya meminta maaf," ujarnya di Twitter.

Media Brasil memuat pernyataan Fernandez pada Rabu (9/6) dan banyak orang di media sosial bercanda bahwa Presiden sayap kanan Jair Bolsonaro akan senang membalas pemimpin sayap kiri Argentina itu.

Eduardo Bolsonaro, seorang anggota kongres dan putra presiden Brasil, mengecam komentar itu dengan menyebutnya rasis dan membalas Argentina atas perekonomiannya yang bermasalah, dalam resesi sejak 2018.

"Saya katakan kapal yang tenggelam adalah milik Argentina," tulisnya di Twitter.

Netizen di YouTube menulis balasan di bawah video pidato, mengekspresikan kemarahan atau kegelisahan.

“Permisi, teman-teman Meksiko dan Brasil, atas nama semua orang Argentina, kami merasa sangat malu. Anda tahu betapa kami mencintai Anda, dan negara serta kebiasaan Anda,” kata seorang pengguna bernama Barbara Bongiovanni. (Aiw/The Guardian/OL-09)

BERITA TERKAIT