09 June 2021, 21:20 WIB

Libanon Terpaksa Impor Bahan Bakar Iran


Lidya Tannia Bangguna | Internasional

Kepala gerakan Syiah Libanon, Hizbullah pada Selasa (8/6) mengatakan bahwa negara itu akan secara terpaksa bergantung pada impor bahan bakar dari Iran. Hal ini karena Lebanon tersebut sedang mengalami krisis ekonomi.

Libanon dalam beberapa bulan terakhir telah menghadapi kekurangan bahan bakar. Terlihat antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar dan beberapa pengemudi menunggu lebih dari satu jam untuk membeli persediaan bahan bakar meskipun dalam jumlah kecil.

Hal ini mendorong Hizbullah untuk meminta kepada pihak berwenang untuk mengambil keputusan berani dan mengesampingkan ketakutan mereka terhadap AS untuk mengimpor pasokan bahan bakar dari Iran, sebuah negara di bawah sanksi Amerika.

“Jika Libanon gagal untuk mengambil tindakan, kami akan pergi ke Iran, bernegosiasi dengan pemerintah Iran dan membeli kapal yang penuh dengan bensin dan bahan bakar minyak dan membawanya ke pelabuhan Beirut," ujarnya.

Pada akhir 2019, Libanon jatuh ke dalam krisis politik dan ekonomi, dengan protes jalanan besar-besaran terhadap elit yang dianggap terikat pada kepentingan sektarian.  

Krisis ini juga menggerogoti cadangan mata uang asing yang semakin menipis yang sejauh ini mendanai subsidi barang-barang utama seperti bahan bakar, tepung dan obat-obatan.

Mata uang lokal telah kehilangan sekitar 85 persen nilainya terhadap dolar Amerika. Bank Dunia pekan lalu mengatakan krisis keuangan negara itu adalah salah satu yang terburuk di dunia sejak pertengahan abad ke-19. (OL-12)

BERITA TERKAIT