09 June 2021, 12:10 WIB

AS Longgarkan Aturan Bepergian Termasuk ke Jepang


Henry Hokianto | Internasional

AMERIKA Serikat (AS) dilaporkan melonggarkan larangan perjalanan ke banyak negara, termasuk ke negara tuan rumah Olimpiade, Jepang dan sebagian besar Eropa, Selasa (8/6).

Langkah tersebut meningkatkan harapan bahwa vaksinasi yang meluas akan membawa kembali perjalanan normal seperti sebelum pandemi.

Sekutu dan tetangga dekat AS yakni, Kanada, Meksiko, Prancis, dan Jerman juga menerima peningkatan, dengan Departemen Luar Negeri AS meminta warga AS untuk mempertimbangkan kembali perjalanan mereka ke negara-negara tersebut, akan tetapi mengakhiri sarannya untuk tidak pergi sama sekali.

Baca juga: Satu Juta Warga Eropa Telah Miliki Sertifikat Covid-19 UE

Departemen Luar Negeri AS juga mengangkat 11 negara dan mengatakan bahwa warga AS dapat melakukan tindakan pencegahan normal saja ketika bepergian ke sana, serta beberapa saran perjalanan standar AS untuk negara-negara maju seperti sebelum pandemi.

Negara-negara yang dianggap aman oleh pemerintah AS adalah Ghana, Senegal, Singapura, dan Korea Selatan. Sedangkan satu-satunya yang mendapatkannya di Eropa hanya Malta.

Pejabat Departemen Luar Negeri mengatakan perubahan tersebut mencerminkan beberapa rekomendasi yang sudah dikeluarkan sehari sebelumnya oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, yang meminta agar orang-orang AS untuk divaksinasi sepenuhnya sebelum bepergian dan yang belum divaksinasi harus menghindari bepergian terlebih dahulu.

“Seiring dengan perkembangan kondisi, kami akan secara teratur memperbarui saran kami kepada para pelancong AS,” ujar pejabat tersebut.

Saran-saran tersebut telah diawasi dengan cermat untuk memberikan petunjuk tentang kapan AS akan mengakhiri larangan yang diberlakukan lebih dari setahun yang lalu oleh mantan presiden Donald Trump pada sebagian besar pengunjung dari Uni Eropa dan Inggris.

Menjelang kepergian pertama Joe Biden ke Eropa sebagai presiden, Jake Sullivan, yang merupakan penasehat keamanan nasionalnya, mengatakan pelonggaran kebijakan bepergian tersebut akan dilakukan secara transparan dan “dipandu dengan sains dan bukti.”

“Kita mendengar dengan jelas keinginan para teman-teman kita di Eropa dan Inggris untuk dapat membuka kembali perjalanan melintasi Samudra Atlantic, dan kami ingin melihat itu terjadi,” ujar Sullivan kepada wartawan Senin.

“Tapi kita juga harus mengikuti sains dan panduan dari para pakar kesehatan nasional. Sehingga kami juga secara aktif ikut terlibat dengan mereka untuk menentukan kerangka waktu yang tepat.”

Orang-orang di Prancis, Rabu (9/6), akan bisa menikmati kembali makan di restoran dan berada di luar ruangan hingga pukul 23.00 malam untuk pertama kali dalam beberapa bulan, dengan turunnya tingkat kasus dan tingkat vaksinasi yang terus meningkat.

Jam malam juga akan bergeser ke 23.00 dari 21.00, jika semuanya berjalan sesuai rencana pada 30 Juni.

AS juga berkata bahwa mereka akan mengadakan diskusi dengan Kanada, Meksiko, Uni Eropa, dan Inggris terkait cara memulai kembali perjalanan Internasional.

“Walaupun kami belum membuka perjalanan internasional hari ini, kami berharap bahwa para pakar yang bekerja dalam grup akan bisa membantu kami menggunakan keahlian kolektif kamu untuk memerahkan jalan ke depan,” ujar seorang pejabat. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT