09 June 2021, 00:15 WIB

Presiden Prancis Emmanuel Macron Ditampar Warga


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron ditampar wajahnya saat menyapa kerumunan di tenggara Prancis, Selasa (8/6), hal itu mengundang kecaman luas menjelang pemilihan regional bulan ini.

Rekaman video di media sosial menunjukkan Macron mendekati penghalang untuk bertemu dan berjabat tangan dengan pemilih, di mana seorang pria berkaus hijau memegang sikunya dan mengucapkan beberapa patah kata sebelum menamparnya.

Pengawal Macron dengan cepat turun tangan dan dua orang ditahan setelah itu, kata pejabat setempat.

"Sekitar pukul 13:15 (1115 GMT) presiden masuk ke mobilnya setelah mengunjungi sekolah menengah, tetapi kembali karena penonton memanggilnya," kata prefektur untuk wilayah Drome.

"Dia pergi menemui mereka dan saat itulah insiden itu terjadi," tambahnya.

Dua pria berusia 28 tahun yang tinggal di wilayah itu sedang diinterogasi, namun belum diketahui apa motif seranga tersebut.

Baca juga : Sejumlah Situs Berita Global Tumbang Berjamaah

Setelah peristiwa tersebut Macron melanjutkan perjalanannya. Seorang ajudan menyebutkan itu merupakan insiden upaya untuk menampar meskipun rekaman video menunjukkan pria itu melakukan kontak dengan wajah presiden.

Dalam video insiden itu, seseorang terdengar berteriak "Ganyang Makronisme!"

Sesaat sebelum ditampar, Macron diminta untuk mengomentari pernyataan baru-baru ini dari pemimpin sayap kiri Jean-Luc Melenchon, yang menyarankan pada akhir pekan bahwa pemilihan tahun depan akan dimanipulasi.

"Kehidupan demokrasi membutuhkan ketenangan dan rasa hormat, dari semua orang, politisi, serta warga negara," kata Macron.

Macron diperkirakan akan mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua dalam pemilihan presiden tahun depan dan jajak pendapat menunjukkan bahwa dia unggul tipis atas pemimpin sayap kanan Marine Le Pen. (AFP/OL-2)

 

BERITA TERKAIT