06 June 2021, 17:23 WIB

Indonesia Soroti Dampak Agresi Israel pada Pekerja di Palestina


M. Iqbal Al Machmudi |

KEMENTERIAN Keetenagakerjaan RI menyoroti dampak konflik Palestina dan Israel terhadpa situasi ketenagakerjaan. Sorotan itu diutarakan dalam pertemuan tingkat Menteri tenaga Kerja anggota Gerakan Non-Blok yang digelar secara virtual,

Sekjen Kemenaker Anwar Sanusi mengatakan, pelanggaran berat dan berulang terhadap hukum internasional yang dilakukan oleh Israel melalui pendudukan dan agresi berkelanjutan di wilayah Palestina; secara nyata sangat berdampak pada kondisi sosial-ekonomi, tenaga kerja, dan pekerjaan di Palestina. 

"Sebagai anggota GNB, baik Pemerintah maupun masyarakat Indonesia telah berkontribusi memberikan bantuan kepada rakyat Palestina, baik di tingkat multilateral maupun bilateral," kata Anwar dalam keterangannya, Minggu (6/6).

Baca juga : Sidang GNB: Indonesia Ajak Negara ILO Pulihkan Dampak Covid-19

Pada tingkat multilateral, kontribusi yang dilakukan adalah memperluas dukungan Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization/ILO) untuk pekerjaan yang berkelanjutan di wilayah pendudukan Palestina.

Dukungan ini berfokus pada peningkatan kesempatan kerja dan mata pencaharian, memperkuat tata kelola tenaga kerja dan sistem jaminan sosial di Palestina, serta melalui kontribusi kepada Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina. 

Pada tingkat bilateral, melalui berbagai program peningkatan kapasitas yang dimiliki, Indonesia membantu Pemerintah Pemerintah memberdayakan rakyat Palestina. 

"Kami siap bekerja sama dengan negara-negara anggota GNB dan organisasi internasional yang relevan untuk mencapai pemulihan yang berpusat pada manusia, melalui pekerjaan yang layak, dan pertumbuhan yang inklusif untuk semua," ujar Anwar. (OL-7)

BERITA TERKAIT