04 June 2021, 18:32 WIB

UE-Inggris Mulai Penyelidikan Praktik Monopoli Facebook


Insi Nantika Jelita |

UNI Eropa (UE) dan regulator Inggris telah membuka penyelidikan dugaan praktik monopoli ke Facebook Marketplace atas kekhawatiran adanya distorsi persaingan iklan yang dinilai tak adil. Keduanya pihak pun tengah mengusut hal itu.

"Facebook mengumpulkan banyak sekali data tentang aktivitas pengguna jejaring sosialnya dan di luarnya, memungkinkannya untuk menargetkan kelompok pelanggan tertentu," kata kepala kompetisi Komisi Eropa Margrethe Vestager dalam sebuah pernyataan, Jumat (4/6).

“Kami akan melihat secara detail apakah data ini memberi Facebook keunggulan kompetitif yang tidak semestinya, khususnya di sektor iklan baris online, di mana orang membeli dan menjual barang setiap hari," tambahnya.

Secara khusus, UE menuding apa yang dilakukan Facebook memunculkan kegelisahan dari marketplace lain yang mungkin menggunakan data dari layanan iklan untuk mengusai usaha.

Komisi dan Otoritas Persaingan dan Pasar Inggris (CMA) tengah melakukan penyelidikan formal yang mendalam untuk menilai masalah ini.

Baca juga : AS Siap Sumbang 80 Juta Vaksin Covid-19 ke Negara-Negara Prioritas

Selain kekhawatiran tentang marketplace dan iklan baris, CMA Inggris juga menyelidiki layanan kencan Facebook dengan alasan yang sama.

Komisi Uni Eropa telah meneliti Facebook Marketplace selama bertahun-tahun. Para pejabat Eropa dikabarkan mengirimkan kuesioner tentang layanan tersebut pada 2019, namun Facebook menolak penyelidikan tersebut pada tahun berikutnya, dengan alasan permintaan dokumen UE itu sensitif karena harus menyerahkan informasi dari perusahaan.

Diluncurkan pada 2016, layanan Marketplace Facebook ditujukan untuk membeli dan menjual barang dari penjual setempat. Saat ini, layanan itu digunakan oleh 800 juta pengguna Facebook di 70 negara, menurut Reuters.

Adanya keluhan bahwa Facebook memberi dirinya keuntungan yang tidak adil dengan dapat mengiklankan Marketplace secara gratis kepada 2 miliar penggunanya.

Ini adalah pertama kalinya Facebook secara resmi diselidiki oleh UE. Awal tahun ini, UE juga secara resmi menuduh perusahaan teknologi, Apple melanggar aturan antimonopoli dengan kebijakan App Store-nya. (The Verge/OL-2)

 

BERITA TERKAIT