02 June 2021, 23:25 WIB

Cuitan Elon Musk Dianggap Langgar Ketentuan Bursa AS


Insi Nantika Jelita | Internasional

DUA cuitan CEO Tesla Elon Musk dalam dua tahun terakhir dianggap bertentangan dengan kesepakatan antara perusahaan dengan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (AS) atau SEC.

Kesepakatan itu menegaskan bahwa apa yang diunggah atau dituliskan Elon harus lebih dulu mendapat persetujuan dari pengacara Tesla.

Pasalnya, Elon dinilai memiliki gaya komunikasi yang tidak biasa, sehingga dikhawatirkan berdampak pada saham-saham yang ada di AS.

SEC melaporkan ke Tesla bahwa dua cuitan di akun Twitter Elon Musk pada 2019 dan 2020, tentang volume produksi atap surya Tesla dan satu tentang harga saham perusahaan, dikatakan belum menerima persetujuan dari pengacara, sebut laporan Wall Street Journal, Rabu (2/6).

Baca juga : Biden Bekukan Aktivitas Minyak Bumi di Alaska

Pejabat tinggi SEC di San Francisco, AS dalam catatanya ke Tesla mengatakan bahwa perusahaan produsen mobil listrik itu dianggap gagal untuk menegakkan prosedur kesepakatan karena melihat ada pelanggaran berulang yang dilakukan Elon.

Pada 2018, Elon dikabarkan mendapat kecaman setelah mencuit sedang mempertimbangkan untuk menjadikan Tesla sebagai perusahaan tertutup, SEC pun menuduhnya sebagai tindakan penipuan.

Akibat insiden itu, Elon menyetujui kesepakatan untuk menyelesaikan tuduhan dengan mengharuskan pengacara Tesla meninjau setiap postingannya di media sosial yang berisi informasi materi bisnis kepada pemegang saham.

Berbulan-bulan kemudian, setelah dia dipanggil karena dianggap menentang perintah SEC, penyelesaian diubah untuk memasukkan daftar topik tertentu yang perlu izin untuk diunggah oleh Elon Musk. Daftar tersebut mencakup cuitan tentang kondisi keuangan perusahaan, jumlah produksi, atau lini bisnis baru. (CNN/OL-7)

BERITA TERKAIT