02 June 2021, 23:15 WIB

Vietnam Bakal Borong 20 Juta Vaksin Sputnik V


Mediaindonesia.com |

Pemerintah Vietnam mengatakan bahwa Rusia telah setuju untuk memberikan 20 juta dosis vaksin virus corona Sputnik V tahun ini, ketika negara Asia Tenggara itu berlomba untuk mengamankan pasokan demi mempercepat inokulasi massal.

“Vietnam sedang berusaha mendapatkan akses ke sumber vaksin COVID-19 untuk mempercepat peluncuran vaksinasi sedini mungkin,” kata Menteri Kesehatan Nguyen Thanh Long dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan perjanjian Sputnik V, Rabu (2/6).

Presiden Vietnam Nguyen Xuan Phuc pada Rabu mengirim surat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mencari bantuan tentang penanganan virus corona, setelah permintaan serupa disampaikan kepada Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

Media Vietnam melaporkan bulan lalu bahwa sebuah pusat penelitian di bawah kementerian kesehatan sedang dalam pembicaraan untuk memproduksi Sputnik V secara lokal.

Menteri Kesehatan Long mengatakan pada  Rabu bahwa sebuah perusahaan pemerintah, Vabiotech, akan mulai mengemas vaksin Rusia mulai Juli, dengan kapasitas bulanan lima juta dosis.

"Ini merupakan langkah penting bagi Rusia untuk mentransfer teknologi produksi vaksinnya ke Vietnam," kata Long.

Dia mengatakan Vietnam mendekati target untuk memperoleh 150 juta dosis vaksin tahun ini untuk menyuntik 75 persen dari total 98 juta populasinya.

Vietnam sebelumnya telah meminta 40 juta dosis Sputnik V tetapi Rusia mengatakan pengiriman itu akan dilakukan pada akhir tahun depan.

Negara itu telah menerima pengiriman hampir 2,9 juta dosis vaksin virus corona sejauh ini, sebagian besar dari AstraZeneca dan sekitar 1 juta telah diberikan.

Vietnam mencatat 49 kematian dan hanya 7.675 kasus COVID-19 secara keseluruhan, meskipun hampir 60 persen dari infeksi terjadi dalam sebulan terakhir. (Ant/OL-12)

 

BERITA TERKAIT