27 May 2021, 20:05 WIB

Tiongkok Sebut Politisasi Sumber Covid-19 Hambat Penyelidikan WHO


 Nur Aivanni |

KEDUTAAN Besar Tiongkok di Amerika Serikat (AS), pada Kamis (27/5), mengatakan bahwa mempolitisasi asal-usul Covid-19 akan menghambat penyelidikan.

Sebelumnya Presiden AS Joe Biden mengatakan komunitas intelijen AS terpecah mengenai dari mana virus korona tipe baru atau Covid-19 yang telah menyebar ke seluruh dunia. 

Ketika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersiap untuk memulai penyelidikan tahap kedua tentang asal-usul Covid-19.

Sejauh ini, Tiongkok berada di bawah tekanan untuk memberikan akses lebih banyak kepada penyelidik internasional, di tengah beberapa laporan baru-baru ini yang menunjukkan bahwa itu bocor dari laboratorium di kota Wuhan.

Baca juga: AS Minta WHO Gelar Penyelidikan Asal-Usul Covid-19 Tahap Dua

Tiongkok telah berulang kali menolak bahwa laboratorium itu bertanggung jawab, dengan mengatakan bahwa Amerika Serikat dan negara lain berusaha mengalihkan perhatian dari kegagalan mereka sendiri untuk menahan virus itu.

Kedutaan Besar Tiongkok mengatakan bahwa beberapa kekuatan politik telah terpaku pada manipulasi politik dan permainan menyalahkan.

"Tiongkok mendukung studi komprehensif dari semua kasus awal Covid-19 yang ditemukan di seluruh dunia dan penyelidikan menyeluruh ke beberapa pangkalan rahasia dan laboratorium biologis di seluruh dunia", katanya dalam pernyataan yang dikaitkan dengan juru bicara, yang diunggah di situsnya.

Baca juga: WHO: Varian Covid-19 India Ditemukan di 53 Wilayah

Sebuah studi gabungan Tiongkok-WHO yang diterbitkan pada Maret 2021 mengatakan bahwa sangat tidak mungkin SARS-CoV-2 bocor dari laboratorium dan menambahkan bahwa kemungkinan besar menyebar dari kelelawar ke manusia melalui spesies perantara yang belum teridentifikasi.

Tiongkok juga terus menunjukkan kemungkinan bahwa covid-19 berasal dari negara lain dan masuk melalui makanan beku yang terinfeksi atau melalui jaringan perdagangan satwa liar Tiongkok tenggara. (CNA/Nur/OL-09)

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT