27 May 2021, 19:49 WIB

Khamenei Desak Warga Iran Abaikan Seruan Boikot Pemilu


 Nur Aivanni | Internasional

PEMIMPIN tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, pada Kamis (27/5), mendesak warga Iran untuk mengabaikan seruan untuk memboikot pemilihan presiden bulan depan, setelah beberapa calon dilarang mencalonkan diri melawan kandidat ultrakonservatif.

Iran akan memilih pengganti Presiden Hassan Rouhani pada 18 Juni di tengah ketidakpuasan yang meluas atas krisis ekonomi dan sosial yang dalam.

Oposisi yang diasingkan selama berbulan-bulan menjalankan kampanye di jaringan media sosial yang menyerukan warga Iran untuk menjauh dari pemungutan suara, menggunakan tagar dalam bahasa Persia seperti #NototheIslamicRepublic.

"Jangan memperhatikan mereka yang berkampanye dan mengatakan tidak ada gunanya pergi ke tempat pemungutan suara dan bahwa seseorang tidak boleh pergi ke tempat pemungutan suara," kata Khamenei kepada anggota parlemen dalam pidatonya melalui konferensi video, menurut akun Instagram resminya.

Pernyataannya itu disampaikan sehari setelah Rouhani mengatakan dia telah meminta pemimpin tertinggi untuk campur tangan guna memastikan "persaingan" yang lebih besar dalam pemilihan presiden.

Dewan Penjaga Iran, pada Selasa, menyetujui tujuh calon yang sebagian besar ultrakonservatif untuk mencalonkan diri dalam pemilihan dan mendiskualifikasi konservatif moderat Ali Larijani.

Rouhani secara konstitusional dilarang mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga berturut-turut. (AFP/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT