26 May 2021, 20:35 WIB

Pengungsi Lansia Palestina di Suriah tidak Berharap Dapat Pulang


Mediaindonesia.com | Internasional

BANYAK pengungsi Palestina yang ingin kembali ke kampung halaman. Salah satunya ialah seorang nenek bernama Rahma Abdul Qader yang mengungsi di ibu kota Suriah, Damaskus.

Lansia itu menjadi salah satu dari sekitar 438.000 pengungsi Palestina di negara tersebut. Dia merasa takut bahwa mungkin sudah terlambat baginya untuk kembali ke tanah Palestina.

Qader meninggalkan Jaffa--sekarang daerah campuran Arab-Yahudi di Tel Aviv--pada 1948. Ketika itu dia baru berusia sembilan tahun.

"Bahkan setelah bertahun-tahun, gambaran tentang tempat ini masih segar di benak saya," katanya kepada AFP. Ia dikelilingi oleh keluarganya. "Saya memberi tahu cucu saya tentang hal itu setiap saat."

Tidak seperti pengungsi Palestina di Libanon, Mira Krayem, 24, dia tidak berharap dia akan melihat Tanah Airnya lagi.

"Waktu kami sudah habis," katanya. "Tapi mungkin cucu saya akan kembali suatu hari nanti, karena keadilan selalu menang pada akhirnya."

Putrinya yang berusia 55 tahun, Iman, mengatakan bahwa dia tersentuh dengan pesan dukungan dari seluruh dunia untuk Palestina. "Orang Palestina dulu merasa terisolasi dalam beberapa tahun terakhir," katanya.

 

"Tapi setelah semua yang terjadi, ada perasaan bahwa kami memiliki orang-orang di pihak kami." (OL-14)

 

BERITA TERKAIT