26 May 2021, 17:20 WIB

Hizbullah Libanon Ingatkan Agresi ke Jerusalem Berarti Perang


Mediaindonesia.com | Internasional

PEMIMPIN Hizbullah Libanon Sayyed Hasan Nasrallah mengatakan pada Selasa (25/5) bahwa setiap agresi terhadap Jerusalem atau situs sucinya berarti perang regional.

Komentar Nasrallah, dalam pidato yang disiarkan televisi, itu merupakan yang pertama sejak gencatan senjata mengakhiri pertempuran paling sengit dalam beberapa tahun antara Israel dan kelompok militan Hamas yang berbasis di Gaza.

Permusuhan Israel-Hamas dimulai pada 10 Mei yang menjadi respons atas penggerebekan polisi Israel di kompleks masjid Al-Aqsa di Kota Tua Jerusalem dan bentrokan dengan warga Palestina selama bulan suci Ramadan.

"Ketika situs suci menghadapi ancaman serius, tidak ada garis merah," kata Nasrallah. "Semua gerakan perlawanan tidak bisa duduk diam dan melihat apakah situs suci dalam bahaya."

Kelompok Libanon yang didukung Iran merupakan penentang keras Israel dan pidato Nasrallah menandai peringatan penarikan Israel dari Libanon selatan pada 2000. Nasrallah juga mengatakan bahwa pertempuran tersebut menunjukkan Hamas telah meningkatkan kemampuan roketnya sebagai pencapaian militer yang besar.

 

"Mereka memiliki kemampuan untuk meluncurkan roket selama 11 hari dan mereka bisa melanjutkannya," katanya. (Ant/OL-14)

BERITA TERKAIT