26 May 2021, 07:26 WIB

Jalur Udara Ditutup, Belarus Semakin Terisolasi


Basuki Eka Purnama | Internasional

BELARUS, Selasa (25/5), semakin terisolasi setelah Eropa menutup jalur udara dan seruan agar ada sanksi semakin menguat setelah negara itu memaksa mendarat sebuah pesawat komersial demi menahan tokoh oposisi yang ada di pesawat itu.

Setelah dihantam protes dan sanksi pada tahun lalu, Presiden Belarus Alexander Lukashenko menghadapi tekanan yang lebih berat setelah pada Minggu (23/5) negaranya memaksa mendarat pesawat Ryanair demi menangkap wartawan Roman Protasevich.

Saat ini, semakin banyak pemimpin negara yang menuntut pembebasan Protasevich setelah Uni Eropa, Senin (24/5), sepakat untuk melarang pesawat Belarus memasuki wilayah udara mereka dan meminta maskapai asal negara Uni Eropa tidak terbang di wilayah udara Belarus.

Baca juga: Susul Finlandia, Maskapai Polandia juga Hindari Belarus

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Haas, Selasa (25/5) memperingatkan bahwa Lukashenko harus membayar mahal atas aksi menjijikannya.

"Diktator manapun yang berani melakukan hal seperti itu harus dibuat mengerti bahwa mereka harus membayar mahal," seru Haas.

Presiden Prancis Emmanuel Macron meminta Uni Eropa untuk segera mendefinisikan ulang hubungan mereka dengan Rusia dan Belarus karena ternyata sanksi tidak berfungsi.

Air France, Finnair, dan Singapore Airlines merupakan maskapai teranyar yang membekukan penerbangan ke Belarus menyusul maskapai Skandinavia SAS, maskapai Jerman Lufthansa, dan maskapai Latvia airBaltic. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT