23 May 2021, 15:55 WIB

Gunung Nyiragongo Meletus, Kongo Keluarkan Perintah Evakuasi


Atikah Ishmah Winahyu |

PEMERINTAH Kongo memerintahkan evakuasi di Goma, setelah Gunung Nyiragongo meletus pada Sabtu waktu setempat.

Bahkan, sebelum pengumuman resmi terbit, ribuan orang mulai memenuhi jalan dan membawa barang pribadi untuk pergi ke luar perbatasan kota.

Letusan terakhir Gunung Nyiragongo pada 2002, menewaskan 250 orang dan menyebabkan 120.000 orang kehilangan tempat tinggal. Gunung berapi ini salah satu paling aktif di dunia dan juga tergolong berbahaya.

Baca juga: Gunung Berapi di Kongo Timur Meletus, Aliran Lava Capai Bandara

Otoritas setempat menyatakan lahar telah mencapai bandara di wilayah Goma, yang terletak di pinggiran kota metropolis di tepi Danau Kivu. Namun, penduduk menyebut lahar sudah berhenti di pinggir fasilitas tersebut.

"Situasinya memburuk," ujar seorang pejabat dari Taman Nasional Virunga, lokasi gunung berapi tersebut.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi Kongo Patrick Muyaya mengunggah sebuah peringatan. "Rencana evakuasi untuk Kota Goma telah diaktifkan. Pemerintah tengah mendiskusikan langkah mendesak yang harus diambil saat ini,” bunyi cuitannya.

Baca juga: Gunung Fuego Meletus, Ratusan Orang Hilang

Muyaya menjelaskan rencana tersebut diaktifkan setelah rapat darurat pemerintah. Presiden Kongo Felix Tshisekedi segera pulang dari kunjungan kenegaraan di Eropa, untuk membantu upaya koordinasi bantuan.

Sejauh ini, belum ada laporan korban jiwa. Namun, saksi mengungkapkan lahar telah menelan satu ruas jalan utama yang menghubungkan wilayah Goma dengan Beni di Provinsi Kivu Utara.

“Patahan baru di gunung berapi itu terbuka. Lava pun mengalir ke selatan menuju kota. Setelah awalnya mengalir ke timur menuju Rwanda,” jelas seorang ahli vulkanologi yang berbasis di Goma Dario Tedesco.

Baca juga: Mesir, Sudan, dan Ethiopia Gagal Bersepakat Terkait Bendungan Nil

Listrik terputus di sebagian besar kota dan ratusan penduduk mulai meninggalkan huniannya. Mereka bergerak menuju perbatasan terdekat dengan Rwanda.

Otoritas imigrasi Rwanda melaporkan sekitar 3.000 orang resmi menyeberang dari Kongo, untuk menghindari letusan gunung berapi tersebut.

Misi penjaga perdamaian PBB yang dikenal sebagai Monusco mengunggah cuplikan dramatis di wilayah Goma. “Langit sudah memerah. Ada bau belerang. Di kejauhan, Anda bisa melihat api raksasa keluar dari gunung. Tapi, belum ada gempa,” tutur seorang warga, Carine Mbala.(The Guardian/OL-11)

 

BERITA TERKAIT