22 May 2021, 11:38 WIB

Warga Yordania Rayakan Gencatan Senjata Hamas-Israel


Lidya Tannia Bangguna | Internasional

RIBUAN penduduk Yordania beramai-ramai berkumpul merayakan gencatan senjata antara Israel dengan Hamas (kelompok militan Palestina)

Menanggapi seruan Ikhwanul Muslimin, sekitar 10.000 orang berkumpul di wilayah Sweimeh, dekat perbatasan dengan Tepi Barat yang diduduki Israel.

Para pengunjuk rasa membawa bendera Yordania dan Palestina, serta membawa spanduk bertuliskan: "Jerusalem adalah simbol kemenangan," "Selamat atas kemenangan perlawanan," dan "Ketahanan Gaza membuahkan kemenangan".

Baca juga: Khamenei Sebut Israel Kalah Perang

Mereka pun kerap meneriakkan “Matikan Israel" dan "Mari kita tukar ranting zaitun dengan senjata."

Gencatan senjata diumumkan pada Kamis (19/5) antara Israel dan kelompok bersenjata Palestina, termasuk gerakan Islam Hamas, yang mengontrol Jalur Gaza.

Sepanjang pertempuran, demonstrasi diadakan hampir setiap hari di Yordania sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina.

Sekitar setengah dari 10 juta penduduk Yordania berasal dari Palestina, termasuk sekitar 2,2 juta pengungsi yang terdaftar di PBB mengikuti demonstrasi ini.

Diketahui, Yordania sempat menandatangani kesepakatan damai dengan Israel pada 1994.

Banyak pemuda yang berpakaian syal keffiyeh Yordania dan Palestina membakar bendera Israel dan meneriakkan slogan-slogan menentang kesepakatan damai tersebut, di Karameh, sebuah daerah dekat perbatasan Tepi Barat.

Karameh adalah tempat pertempuran pada 1968 yang terjadi beberapa bulan setelah kekalahan negara-negara Arab oleh Israel pada 1967. Tempat itu menjadi simbol di seluruh Arab.

Sedangkan di ibu kota, lebih dari 1.000 warga Yordania yang melakukan unjuk rasa berangkat dari Masjid Agung Al-Husseini di pusat kota Amman setelah Salat Jumat menuntut pengusiran duta besar Israel dan penutupan kedutaan negara Yahudi itu.

Pada Senin (17/5), anggota parlemen Yordania, dengan suara bulat, meminta pemerintah mengusir duta besar Israel di Amman dan memanggil pulang duta besar Yordania dari Tel Aviv. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT