21 May 2021, 23:30 WIB

Mahkamah Pidana Internasional Diminta Usut Pelanggaran HAM Israel


Ihfa Firdausya |

AMNESTY Internasional menyerukan agar Mahkamah Pidana Internasional mengambil tindakan atas konflik Israel-Palestina yang kembali memuncak belakang ini. Menurut Direktur Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid, Mahkamah Pidana Internasional harus menyelidiki dugaan-dugaan pelanggaran HAM berat di Palestina oleh kekuatan bersenjata Israel. 

Usman menjelaskan, Mahkamah Pidana Internasional berwenang untuk mengadili kejahatan-kejahatan luar biasa. Antara lain kejahatan melawan kemanusiaan, kejahatan perang, genosida, dan agresi.

"Dua kejahatan yang pertama dalam pandangan Amnesty telah terjadi di Palestina oleh kekuatan bersenjata Israel. Karena itu Amnesty menyerukan Mahkamah Pidana Internasional agar segera melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap kejahatan-kejahatan itu," kata Usman dalam program Journalist on Duty Media Indonesia, Jumat (21/5).

"Termasuk juga menyerukan kepada sejumlah negara terutama negara-negara dari pihak dari Statuta Roma agar mendorong penyelidikan untuk kejahatan perang dan kemanusiaan Israel melalui pengadilan pidana internasional," imbuhnya.

Baca juga : PBB Minta Semua Pihak Awasi Gencatan Senjata Israel-Palestina

Usman mengatakan, beberapa hari lalu Amnesty telah mengumumkan temuan-temuan yang terverifikasi terkait setidaknya empat serangan udara Israel yang berdampak fatal pada warga sipil di Palestina. "Setidaknya 159 warga sipil tewas dan banyak di antara mereka yang merupakan keluarga, berada dalam lokasi yang sama, dan meninggal dunia," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Aktivis Kemanusiaan Indonesia untuk Palestina Abdillah Onim menegaskan keberadaan masyarakat Indonesia dan dunia bersama Palestina adalah urusan kemanusiaan.

"Kita berada dengan Palestina karena kita berusaha menyelamatkan nyawa manusia di Palestina. Jadi seluruh elemen bangsa di Indonesia jangan pernah berhenti untuk mendoakan saudara-saudara kita yang ada di Palestina," pinta Onim.

"Selama kita masih bisa membantu apa pun itu, maka bantulah! Jadikan isu Palestina sebagai sesuatu yang spesial dalam diri kita. Jika sudah spesial, maka kapan pun akan kita bantu," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT