18 May 2021, 09:51 WIB

H&M Kembali Lakukan Pemesanan dari Pemasok di Myanmar


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

PERUSAHAAN fesyen Swedia H&M secara bertahap mulai melakukan pemesanan lagi dengan pemasoknya di Myanmar setelah jeda sementara akibat kudeta militer di negara itu, Februari lalu.

"Dengan keputusan kami, kami ingin menghindari risiko yang akan datang dari pemasok kami yang harus menutup pabrik mereka yang akan mengakibatkan pengangguran bagi puluhan ribu pekerja garmen," kata H&M dalam sebuah pernyataan.

H&M mengatakan, setelah uji tuntas, dapat disimpulkan bahwa perusahaan tersebut tidak memiliki hubungan langsung dengan militer di Myanmar.

Baca juga: Raja Yordania Sebut Aksi Provokatif Israel Penyebab Eskalasi

"Kami sekarang mencari panduan hukum tentang bagaimana menangani setiap hubungan tidak langsung potensial yang mungkin dimiliki perusahaan internasional,” tuturnya.

Pengecer fesyen terbesar kedua di dunia itu, Maret lalu, mengatakan pihaknya terkejut dengan penggunaan kekuatan mematikan terhadap pengunjuk rasa di Myanmar dan telah berhenti melakukan pemesanan di negara itu.

Tidak lama setelah militer merebut kekuasaan, perusahaan itu bergabung di antara 55 investor asing di Myanmar yang menandatangani pernyataan komitmen kepada negara dan karyawan di sana selama perkembangan "keprihatinan yang mendalam".

Perusahaan itu mengatakan pihaknya tetap sangat prihatin tentang situasi di Myanmar. (Straitstimes/OL-1)

BERITA TERKAIT