18 May 2021, 06:27 WIB

Satu-Satunya Laboratorium Covid-19 di Gaza Rusak Dihantam Israel


Basuki Eka Purnama, Nur Aivanni | Internasional

SATU-SATUNYA laboratorium covid-19 di Jalur Gaza tidak bisa melakukan tes lagi setelah dihantam serangan udara Israel, Senin (17/5).

Klinik Al-Rimal, di Jalur Gaza, sebagian rusak parah saat kementerian kesehatan dan kantor Bulan Sabit Merah Qatar juga dihantam serangan udara Israel.

Tenaga kesehatan yang berada di kementerian kesehatan Palestina terluka, beberapa dalam kondisi kritis. Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Kesehatan Palestina Yousef Abu al-Rish.

Baca juga: Israel Mengaku Balas Serangan Roket dari Libanon

Juru bicara kementerian kesehatan Palestina Ashraf Qidra menyebut serangan udara Israel merusak upaya mereka untuk mengatasi pandemi covid-19.

"Serangan udara itu membuat pengujian covid-19 kini tidak bisa lagi dilakukan," ujar Qidra.

Sebelum meningkatnya ketegangan antara Hamas dan Israel, pekan lalu, di Gaza, bisa dilakukan sekitar 1.600 pengujian covid-19 per hari.

Tingkat positif covid-19 di Jalur Gaza termasuk yang tertinggi di dunia yaitu 28% dan rumah sakit kewalahan menangani pasien.

WHO melaporkan 103 ribu orang dinyatakan positif di Jalur Gaza dengan 903 orang meninggal dunia. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT