17 May 2021, 13:23 WIB

Sikapi Aneksasi Israel, Paus: Semua Manusia Diciptakan Setara


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

PAUS Fransiskus mengecam pertikaian antara Israel dan Palestina, dengan mengatakan bahwa jatuhnya korban jiwa, khususnya anak-anak adalah tanda bahwa kedua pihak tidak ingin membangun masa depan tetapi ingin menghancurkannya.

Paus Fransiskus berdoa untuk perdamaian, ketenangan dan bantuan internasional guna membuka jalan dialog selama pemberkatan pada Minggu (16/5), yang disampaikan dari jendela studionya yang menghadap ke St Peter's Square.

"Pada hari-hari ini, bentrokan bersenjata yang kejam antara Jalur Gaza dan Israel telah mengambil alih, dan berisiko merosot menjadi spiral kematian dan kehancuran,” katanya.

"Banyak orang terluka, dan banyak orang tak berdosa telah meninggal. Di antara mereka ada juga anak-anak, dan ini mengerikan dan tidak dapat diterima.”

Baca juga: Serangan Israel Tewaskan Sekitar 200 Orang Tewas dalam Sepekan

"Saya bertanya pada diri sendiri, ke mana kebencian dan balas dendam akan mengarah? Apakah kita benar-benar berpikir kita akan membangun perdamaian dengan menghancurkan yang lain?" lanjutnya.

Dalam komentar yang tidak biasa, Paus menambahkan, "Atas nama Tuhan, yang menciptakan semua manusia setara dalam hak, kewajiban dan martabat serta dipanggil untuk hidup sebagai saudara, saya memohon untuk tenang dan mengakhiri kekerasan.”

Serangan udara Israel telah menghantam Kota Gaza selama berhari-hari karena pertempuran sengit antara Israel dan penguasa militan Hamas pecah di wilayah itu.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan 10 wanita dan delapan anak termasuk di antara orang-orang yang tewas dalam serangan udara hari Minggu itu. (CNA/OL-4)

BERITA TERKAIT