17 May 2021, 07:17 WIB

Serangan Israel Hancurkan Gedung Media, Netanyahu Bela Diri


Basuki Eka Purnama | Internasional

PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Minggu (16/5), membela diri setelah serangan 'Negeri Zionis' itu menghancurkan menara Gaza yang merupakan kantor biro Associated Press (AP) dan Al Jazeera. Dia menyebut bangunan itu juga dijadikan markas badan intelejen organisasi teroris Palestina.

"Ini laporan intelejen yang kami terima. Kantor intelejen organisasi teroris Palestina berada di gedung itu. Organisasi itu merencanakan dan melancarkan serangan teror terhadap warga sipil Palestina," ujarnya dalam wawancara dengan acara televisi Face the Nation.

"Jadi, bangunan itu adalah target yang bisa diterima. Saya bisa memastikan kami mengambil langkah-langkah untuk memastikan tidak ada korban sipil. Bahkan, tidak ada korban jiwa dalam serangan itu," klaim Netanyahu.

Baca juga: Menlu Tiongkok Kecam AS yang Memveto Pernyataan PBB Soal Israel

AP mengatakan Israel belum memberikan bukti adanya aktivitas militan di dalam bangunan yang kini rata dengan tanah itu.

"AP menuntut adanya penyelidikan independen atas apa yang terjadi kemarin," tegas Editor Eksekutif AP Sally Buzbee.

"Kita berada di situasi konflik. Kami tidak memihak. Kami mendengar Israel memiliki bukti. Kami tidak tahu bukti itu seperti apa," lanjutnya.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Minggu (16/5), meminta segera diakhirinya sengketa Israel-Palestina dan menyebut pertempuran antara kedua pihak akan menyebabkan gangguan keamanan di kawasan dan memicu krisis kemanusiaan.

Guterres juga mengatakan sangat prihatin dengan serangan udara Israel yang menghancurkan kantor biro media massa di Palestina itu. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT