16 May 2021, 07:03 WIB

Masyarakat Dunia Kutuk Kekerasan Israel terhadap Palestina


Adiyanto | Internasional

Puluhan ribu pengunjuk rasa berbaris untuk mendukung warga Palestina pada Sabtu di kota-kota besar Eropa, termasuk London, Berlin, Madrid, dan Paris.

Di London, beberapa ribu pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan "Hentikan Pengeboman Gaza." Mereka juga menyanyikan lagu “Bebaskan Palestina" di Marble Arch, dekat Hyde Park, untuk kemudian berbaris menuju kedutaan Israel. Kerumunan orang berkumpul di sepanjang Kensington High Street tempat kedutaan itu berada.

Duta Besar Palestina Husam Zomlot kepada para demonstran berkata,  "Kami di sini semua bersatu. Kami sudah muak dengan penindasan."

"Seluruh dunia harus melakukan sesuatu, termasuk negara ini,” ujar Simon Makepace, seorang akuntan berusia 61 tahun yang ikut berdemo.

Dia mengkritik Amerika Serikat, yang menurutnya mendukung Israel secara tidak adil, dan mendesak Washington untuk menghentikan kekerasan yang terjadi di Gaza..

Dua pemain Leicester, Hamza Choudhury dari Inggris dan Wesley Fofana dari Prancis, mengibarkan bendera Palestina setelah tim mereka memenangkan final Piala FA.

Di Amerika sendiri,  sebagian warga  ikut menunjukkan solidaritas dengan warga Palestina. Demo berlangsung di sejumlah kota, termasuk Boston, Washington,  serta Michigan.

Ratusan orang di kawasan Bay Ridge di Brooklyn, New York, meneriakkan "Bebaskan Palestina."

Mereka mengibarkan bendera Palestina dan memegang spanduk bertuliskan "Akhiri Apartheid Israel" dan "Kemerdekaan untuk Gaza."

Sementara itu, di Madrid, Spanyol, sekitar 2.500 orang, di antaranya kaum muda berrunjuk rasa di Puerta del Sol di pusat kota. "Ini bukan perang, ini genosida," teriak mereka.

"Kami ingin meminta pemerintah Spanyol dan otoritas Eropa untuk tidak bekerja sama dengan Israel," kata Ikhlass Abousiane, perawat berusia 25 tahun asal Maroko.

Boikot Israel

Di Berlin, Jerman aksi serupa juga digelar. Para pengunjuk rasa meneriakkan "Boikot Israel" dan melemparkan batu dan botol ke arah polisi, yang menyebabkan bentrokan.  Protes lainnya diadakan di Frankfurt, Leipzig, dan Hamburg. Pada Selasa lalu, bendera Israel dibakar di depan dua sinagog di Bonn dan Muenster.

Di Paris, Prancis, polisi menggunakan gas air mata dan meriam air  untuk mencoba membubarkan unjuk rasa pro-Palestina yang diadakan di sana meskipun ada larangan oleh pihak berwenang.

"Prancis adalah satu-satunya negara demokratis yang melarang demonstrasi ini," kata pernyataan dari pengacara Asosiasi Palestina di wilayah Paris.

Di Yunani, polisi mengatakan sekitar seribu orang berunjuk rasa di kedutaan AS di Athena. Menurut koresponden AFP di kota itu, polisi anti huru-hara menggunakan meriam air dan terjadi bentrokan kecil dengan pengunjuk rasa di depan kedutaan.

Di Roma, Italia, beberapa ratus orang berkumpul di dekat basilika Santa Maria Maggiore. Demonstran membawa bendera Palestina yang besar dan meneriakkan slogan-slogan. "Tidak perlu menjadi Muslim untuk mendukung Palestina. Anda hanya perlu menjadi manusia !,”  begitu tulisan yang tertera di salah satu spanduk. (AFP/M-4)

BERITA TERKAIT