13 May 2021, 14:00 WIB

Israel Bunuh Komandan Senior Hamas, Korban Tewas Gaza Melonjak


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

KORBAN tewas di Gaza telah melonjak dalam eskalasi terburuk dari konflik Israel-Palestina dalam beberapa tahun usai Israel membunuh sejumlah tokoh militer senior Hamas dan menghancurkan tiga menara bertingkat saat menghantam Jalur Gaza dengan serangan udara.

Gumpalan asap abu-abu membumbung di Gaza pada Rabu (12/5) ketika serangan udara Israel menghantam menara apartemen dan meledakkan beberapa instalasi keamanan Hamas. Di Israel, ratusan roket yang ditembakkan oleh penguasa Hamas di Gaza dan kelompok lain terkadang membanjiri pertahanan rudal dan mengirimkan sirene serangan udara serta ledakan yang menggema di seluruh Tel Aviv, wilayah metropolitan terbesar Israel, dan kota-kota lainnya.

Baca juga: Jelang Musim Wisata, Yunani Cabut Pembatasan Regional

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan jumlah korban tewas secara keseluruhan sejak serangan terbaru dimulai setidaknya 67 orang, termasuk 16 anak-anak. Sedikitnya 365 orang terluka.

Enam orang telah tewas di pihak Israel akibat tembakan roket, termasuk kematian pertama seorang tentara Israel dalam putaran konflik ini.

Kematian lainnya adalah warga sipil, termasuk tiga wanita dan dua anak, salah satunya adalah seorang anak berusia enam tahun yang terluka dalam serangan roket di sebuah gedung apartemen di kota Sderot. Puluhan orang di Israel terluka.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan komandan brigade untuk Kota Gaza itu termasuk di antara 15 anggota Hamas lainnya yang tewas pada hari Rabu.

“Ini baru permulaan. Kami akan memukul mereka seperti yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya," katanya.

Menurut laporan media Israel, Israel sedang mendiskusikan opsi untuk menggunakan pasukan darat bersama dengan serangan udara.

Permusuhan berkobar setelah Hamas mengeluarkan ultimatum pada hari Senin menuntut agar Israel menarik pasukan keamanannya dari kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Jerusalem setelah tindakan keras terhadap warga Palestina.

Senin menandai hari ketiga berturut-turut polisi Israel menyerbu situs tersuci ketiga Islam, melukai ratusan orang dengan menembakkan peluru baja berlapis karet, granat kejut dan gas air mata ke arah jamaah Palestina di hari-hari terakhir bulan suci Ramadan.

Peningkatan itu dipicu oleh rencana Israel untuk secara paksa mengusir penduduk dari lingkungan Sheikh Jarrah di Jerusalem Timur yang diduduki untuk memberi jalan bagi pemukim Israel. (Aljazeera/OL-6)
 

BERITA TERKAIT