12 May 2021, 11:13 WIB

DK PBB akan Bertemu Soal Konflik Israel-Palestina


Basuki Eka Purnama, Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

DEWAN Keamanan (DK) PBB akan menggelar pertemuan, Rabu (12/5), untuk membahas konflik berdarah antara Israel dan Palestina, pertemuan kedua dalam tempo tiga hari.

Pertemuan tertutup itu digelar atas permintaan Tunisia, Norwegia, dan Tiongkok.

Pertemuan pertama, yang digelar pada Senin (10/5), berakhir tanpa pernyataan pertama setelah Amerika Serikat (AS) mengaku enggan mengadopsi pernyataan yang disusun Norwegia.

Baca juga: AS Minta Israel dan Palestina Hidup Berdampingan di Jerusalem

Pernyataan itu berisi seruan ekapda Israel untuk menghentikan aktivitas perluasan permukiman serta penggusuran dan pengusiran warga Palestina, termasuk di Jerusalem Timur.

Dalam pernyataan yang tidak jadi dirilis itu, anggota DK PBB juga mengungkapkan kekhawatiran mereka atas meningkatnya ketegangan dan kekerasan di Tepi Barat serta Jerusalem Timur, yang dianggap Palestina sebagai calon ibu kota mereka.

Pada Selasa (11/5), Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan peningkatan kekerasan antara Israel dan Palestina harus dihentikan.

"Aparat keamanan Israel harus bisa menahan diri dan mengkalibrasi ulang penggunaan kekerasan yang mereka lakukan," tegas Guterres sembari menambahkan penembakkan roket ke arah warga Israel juga tidak bisa diterima.

Baca juga: Israel Minta PBB Kecam Serangan Roket dari Gaza

Sedikitnya 28 warga Palestina di Jalur Gaza dan tiga warga Israel tewas dalam peningkatan kekerasan selama beberapa hari terakhir.

Bentrokan antara demonstran Palestina dan polisi Israel, terutama di Masjid Al-Awsa, meningkat pada Senin (10/5), dengan rangkaian serangan roket dari Jalur Gaza ke Israel dan serangan udara Israel ke wilayah Palestina. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT